Interior Agamis Untuk Arsitektur Bangunan

Posted by jenggot kambing on Monday, February 14, 2011



Desain Interior - Wujud sebuah hunian merupakan ekspresi gaya hidup penghuninya. Hal itu bisa terlihat dari penataan desain interior ruangan. Bagi sebagian orang, menempatkan aksesori atau pajangan bernuansa agamais bisa menambah suasana sejuk pada hunian.

Namun, jangan salah, menempatkannya terlalu padat bisa jadi membuat rumah terasa sebagai tempat peribadatan. Apalagi mengingat aura religi memang berkaitan dgn pencitraan yg serbasakral dan suci.

Lalu, bagaimana menata hunian yg kental dgn nuansa religius? Untuk menjawab dan memenuhi kebutuhan ini, para desain interior dan arsitek berusaha memadukan unsur religius dgn desain interior dalam sebuah hunian. Melalui penempatan sejumlah elemen dekoratif seperti lukisan dan relief pada bagian pintu, nuansa religius pun tetap dapat dihadirkan.

Jenis rumah ini lebih banyak menggunakan elemen-elemen yg dapat menyatu dgn perabot yg kental akan nuansa religius.

Lebih lanjut dia menjelaskan, sisi agamais dalam desain interior juga bisa diterapkan pada aplikasi beberapa ornamen di bagian depan pintu masuk. Ekspose dan ukiran bertuliskan kalimat suci juga dapat menjadi salah satu cara untuk menghadirkan unsur religius ini.

Di sisi lain, gaya religius juga tidak terlepas dari perpaduan tema warna terang seperti putih dan krem. Untuk menjadikan ruangan terasa lebih hangat, bisa dikombinasikan dgn elemen perabot berbahan kayu. Nuansa kehangatan juga tercermin dari penggunaan sejumlah elemen ruangan, seperti karpet atau permadani yg memiliki garis desain interior Timur Tengah, yg kental dgn gaya islami. Beberapa karpet berwarna terang tapi tetap lembut seperti merah marun, magenta, maupun biru dapat menjadikan ruangan terasa lebih sejuk.

Kesejukan ruangan juga dapat terpancar melalui aplikasi sejumlah benda-benda seni yg masih berkaitan dgn unsur religius. Lukisan kaligrafi yg sengaja ditempatkan di area dekat tangga merupakan salah satu cara untuk menjadikan hunian terasa lebih akrab dan menyatu dgn unsur-unsur rohani.

Aksesori gaya Romawi kuno dan Mediteranian juga bisa memberikan nuansa religius bagi warga kristiani, sementara gaya China, India, maupun Asia secara keseluruhan dapat menjadi rujukan bagi mereka yg ingin menghadirkan gaya khas Budha ataupun Hindu.

Penempatan elemen dekoratif yg tepat dapat membuat ruangan lebih dinamis. Asal tetap sesuai dgn tema ruangan, penempatan lukisan kaligrafi ataupun yg berhubungan dgn agama tertentu, seperti lukisan Yesus atau patung Budha, bisa menjadi salah satu cara menciptakan nuansa kebersahajaan.

Bahkan, jika penghuni ingin bereksplorasi, pemainan garis horizontal menggunakan motif Timur Tengah khas atau elemen mosaik pada sejumlah bagian bangunan seperti jendela, juga dapat membuat sebuah ruangan terasa unik.

Namun, mengingat rumah minimalis memiliki luas yg terbatas, pemilik harus lebih jeli dalam penempatan aksesori dan desain interior ruangannya. Seperti halnya lukisan kaligrafi yg bisa menjadi fokus ruang atau penempatan pernak-pernik dgn kaligrafi ayat maupun permainan kurva geometris yg diletakkan di rak sekat.

sumber: lifestyle.okezone.com

Temukan Info Lain Seputar Desain Interior

{ 0 comments... read them below or add one }