Showing posts with label bahan tambahan makanan. Show all posts
Showing posts with label bahan tambahan makanan. Show all posts

Jenis Bahan Tambahan Makanan

Posted by jenggot kambing on Wednesday, June 3, 2009

Keamanan pangan merupakan persyaratan utama yang harus dimiliki oleh setiap produksi yang beredar dipasaran. Untuk menjamin keamanan pangan olahan, maka dibutuhkan kerjasama antara pemerintah, produsen industri Makanan menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari produsen, dengan pengaturan dan pembinaan dari pemerintah.

Akibat kemajuan ilmu teknologi pangan di dunia dewasa ini, maka semakin banyak jenis Bahan Makanan yang diproduksi, dijual dan dikonsumsi dalam bentuk yang lebih awet dan lebih praktis dibanding dengan bentuk segarnya. Semua jenis makanan siap santap dan minuman awet tersebut dapat menjadi busuk dan masih layak untuk dikonsumsi. Kemudahan tersebut dapat terwujud diantaranya berkat perkembangan teknologi produksi dan penggunaan Bahan Tambahan Makanan (BTM).

Salah satu masalah keamanan pangan yang masih memerlukan pemecahan yaitu penggunaan bahan tambahan pada Bahan Makanan, untuk berbagai keperluan. penggunaan Bahan tambahan makanan dilakukan pada industri pengolahan pangan maupun dalam pembuatan, berbagai pengaruh jajanan yang umumnya dihasilkan oleh industri kecil atau rumah tangga seperti Pewarna Makanan.

Penggunaan Bahan Tambahan Makanan yang tidak memenuhi syarat termasuk bahan tambahan memang jelas-jelas dilarang, seperti pewarna, pemanis dan bahan pengawet. Pelarangan juga menyangkut dosis penggunaan bahan tambahan makanan yang melampaui ambang batas maksimum yang telah ditentukan (Effendi, 2004). Batas maksimum penggunaan siklamat adalah 500 mg - 3 g/kg bahan, sedangkan untuk sakarin adalah 50-300 mg/kg bahan (Depkes, 1997). Batas Maksimun Penggunaan pewarna sintetik yang dizinkan seperti Pancrew 4 R : 300mg/Kg bahan makanan, tatrazin, brilliant blue dan sunset yellow : 100mg/Kg bahan makanan (Depkes, 1998). Klik Bahan Kue dan Pewarna Kue.

Diantara beberapa bahan tambahan makanan, yang sangat sering digunakan adalah pemanis dan perwarna sintetik/Pewarna Makanan Kue. Pemanis sintetik sering digunakan oleh produsen pada makanan/minuman jajanan. untuk mendapatkan rasa yang lebih manis dengan harga yang murah dibandingkan pemanis alami (Pewarna Kue), yang pemakaiannya menurut peraturan menteri kesehatan 208/ menkes/ per/ IV/ 85, hanya digunakan pada penderita diabetes mellitus dan penderita yang memerlukan diet rendah kalori yaitu sakarin dan siklamat (Depkes, 1997). Sementara Pewarna Makanan digunakan produsen untuk memberikan penampilan yang menarik pada hasil produksi mereka melalui penggunaan bahan–bahan tambahan kimiawi untuk makanan (BTM) atau Food Additives. Lihat Makanan Kue dan Pewarna Makanan Kue.

Untuk menghasilkan produk-produk Makanan yang bermutu harus menggunakan beberapa jenis bahan tambahan makanan yang aman dikonsumsi dan telah diizinkan Depkes. Tujuan penggunaan bahan tambahan makanan untuk mendapatkan mutu produk yang optimal. Dalam hal ini penggunaan bahan tambahan makanan, tentunya tidak terlepas dari aspek-aspek pemilihan atau penetapan, pembelian, aplikasi, cara mendapatkannya, ketersediaan Bahan Tambahan Makanan, dan peraturan pemerintah mengenai bahan tambahan makanan.

Sumber: astaqauliyah.com

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan lihat di Bahan Makanan | Bahan Kue | Bahan Tambahan Makanan | Pewarna Makanan | Pewarna Kue | Makanan Kue | Pewarna Makanan Kue | Kue Makanan | Makanan dan Bahan Makanan & Bahan Kue:Bahan Tambahan Makanan & Pewarna Makanan Kue Denpasar Bali di 88db.com
More aboutJenis Bahan Tambahan Makanan

Kehalalan Tambahan Bahan Makanan

Posted by gelasbagus on Tuesday, May 5, 2009

Meski sudah banyak makanan kue kering maupun kue makanan basah yang dijual di pasaran, masih banyak ibu rumah tangga yang ingin membuat kue makanan sendiri. Kehalalan produk merupakan hal utama yang perlu diperhatikan baik dalam memilih bahan kue, untuk menghasilkan kue yang tidak hanya lezat, juga halal. Beberapa bahan tambahan makanan yang perlu diperhatikan kehalalannya adalah sebagai berikut.

1. Tepung terigu
Bahan makanan pembuat makanan kue ini terbuat dari biji gandum yang pada dasarnya halal. Akan tetapi peraturan di Indonesia mewajibkan adanya fortifikasi vitamin dan mineral pada tepung terigu, sehingga kehalalan vitamin dan mineral yang ditambahkan perlu diperhatikan. Hampir seluruh produsen besar tepung terigu di Indonesia sudah bersertifikat halal, sehingga konsumen tidak sulit mencari terigu besertifikat halal di pasaran.

2. Minyak dan lemak
Kelompok bahan makanan minyak dan lemak yang digunakan dalam pembuatan kue cukup beragam, tergantung jenis kue yang dibuat. Jenis bahan kue yang umum digunakan adalah minyak sayur, margarin, shortening, dan mentega. Minyak sayur dan margarin tak begitu menjadi masalah, karena produk lokal sudah banyak yang bersertifikat halal sehingga konsumen tidak sulit mencarinya.
Shortening asal luar negeri perlu diwaspadai, karena selain terbuat dari minyak nabati, masih banyak yang berbahan baku lemak hewani seperti tallow atau campuran keduanya. Jadi, jika ingin menggunakan shortening yang belum bersertifikat halal atau produk impor, perlu diperhatikan betul komposisi bahan penyusunnya dan jika memang mengandung bahan-bahan yang mungkin berasal dari hewan pastikan produk impor yang dipilih sudah disertifikasi halal dari negara asalnya.
Mentega juga merupakan pilihan dalam membuat kue lebaran.Mentega atau butter perlu dipertanyakan kehalalannya jika dalam pembuatannya digunakan bahan-bahan tambahan seperti pewarna dan perisa. Jika terdapat bahan-bahan tambahan, maka pastikan produk yang dipilih bersertifikat halal dari negara asal.

Bahan tambahan
Bahan tambahan makanan yang berfungsi memperbaiki tekstur pewarna makanan dan mengembangkan kue umum digunakan dalam pembuatan kue. Bahan tambahan tersebut dapat berupa bahan-bahan pewarna makanan kue kimia sintetik seperti pewarna kue garam-garam karbonat, ataupun pewarna makanan dapat berasal dari turunan asam-asam lemak seperti mono/digliserida.
Produk pewarna kue turunan lemak ini perlu diwaspadai karena bisa berasal dari lemak nabati ataupun hewani. Kesulitan yang dialami konsumen saat ini adalah belum banyaknya produk retail yang beserifikat halal. Produk yang besertifikat halal kebanyakan berukuran kemasan besar.
Selain itu, produk pewarna makanan kue kemasan kecil yang beredar jarang sekali mencantumkan komposisi bahan penyusunnya. Oleh karena itu konsumen perlu berhati-hati sekali dalam memilih. Satu hal yang pasti harus dihindari adalah penggunaan bahan-bahan dengan rasa produk haram seperti rum, baik yang asli maupun yang sintetik.

http://infomakanan.wordpress.com/

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan lihat di Bahan Makanan | Bahan Kue | Bahan Tambahan Makanan | Pewarna Makanan | Pewarna Kue | Makanan Kue | Pewarna Makanan Kue | Kue Makanan dan
Bahan Makanan & Bahan Kue:Bahan Tambahan Makanan & Pewarna Makanan Kue Denpasar Bali di 88db.com
More aboutKehalalan Tambahan Bahan Makanan

bahan makanan menjelang hari besar

Posted by tangandingin on Monday, April 27, 2009

Kendati harganya naik, penjualan bahan kue dan bahan makanan meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru. Kenaikan harga disebabkan tingginya permintaan dan langkanya bahan kue dan bahan makanan, khususnya bahan tambahan makanan kue impor. Kelangkaan terjadi karena tengah dilakukan penertiban terhadap para importir sehingga proses impor tertunda.

”Sejumlah importir pewarna makanan yang belum memenuhi syarat Badan POM diminta melengkapi. Akibatnya, proses impor sejumlah bahan kue dan pewarna kue tertunda dan stok bahan makanan kue kue impor kosong,” ujar Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia Thomas Darmawan di Jakarta, Senin (22/12).

Virgina Laksana, pemilik Toko bahan tambahan makanan Ani di Jalan Gunung Sahari, mengatakan, naiknya harga bahan-bahan pewarna makanan dan kue terjadi sejak tiga bulan lalu. Kenaikan harga pewarna kue dan makanan kue makin terasa sepekan terakhir. Untuk bahan kue impor, pemicu utamanya adalah melemahnya rupiah terhadap mata uang asing.

”Yang paling terasa kenaikannya itu bahan-bahan kue impor. Mentega yang awalnya harganya Rp 200.000 kini Rp 300.000 per kilogram,” ujarnya.

Di Toko Fortuna, Gunung Sahari, dan Toko WS di Pasar Senen hal sama terjadi. Harga bahan pewarna makanan kue kue naik 10-30 persen. Bahan kue yang harganya naik adalah susu bubuk dan keju impor. Beberapa merek susu dan keju impor kosong sejak dua minggu.

”Banyak pembeli kecewa karena tidak bisa mendapatkan barang yang dicari,” ujar Wenny Sari, si pemilik toko pewarna makanan kue .

Berhemat

Meningkatnya permintaan bahan kue makanan berbanding terbalik dengan pemesan kue. ”Jumlah pelanggan yang biasanya pesan kue jadi dalam jumlah besar, sekarang tinggal setengahnya,” papar Renna, pemilik Toko Fortuna.

Ditemui di sela-sela memilih bahan kue makanan di Toko Ani, Ninne (31), warga Bekasi, mengatakan lebih senang membuat kue sendiri daripada membeli. Alasannya, ia bisa menghemat hingga 30 persen dan penyaluran hobi

Temukan semua Bahan Makanan | Bahan Kue | Bahan Tambahan Makanan | Pewarna Makanan | Pewarna Kue | Makanan Kue | Pewarna Makanan Kue | Kue Makanan dan Bahan Makanan & Bahan Kue:Bahan Tambahan Makanan & Pewarna Makanan Kue Denpasar Bali semua ada di 88DB.Com

More aboutbahan makanan menjelang hari besar

Memilih Bahan Kue

Posted by jenggot kambing on Thursday, April 23, 2009

Kehalalan produk merupakan hal utama yang perlu diperhatikan baik dalam memilih Bahan Kue, untuk menghasilkan kue yang tidak hanya lezat, juga halal . Beberapa Bahan Makanan dan Bahan Kue yang perlu diperhatikan kehalalannya adalah sebagai berikut,

Tepung terigu

Bahan Makanan utama pembuat Kue Makanan ini terbuat dari biji gandum yang pada dasarnya halal. Akan tetapi peraturan di Indonesia mewajibkan adanya fortifikasi vitamin dan mineral pada tepung terigu, sehingga kehalalan vitamin dan mineral yang ditambahkan perlu diperhatikan. Hampir seluruh produsen besar tepung terigu di Indonesia sudah bersertifikat halal, sehingga konsumen tidak sulit mencari terigu besertifikat halal di pasaran.

Minyak dan lemak

Kelompok minyak dan lemak yang digunakan dalam pembuatan
Makanan Kue cukup beragam, tergantung jenis kue yang dibuat. Jenis yang umum digunakan adalah minyak sayur, margarin, shortening, dan mentega. Minyak sayur dan margarin tak begitu menjadi masalah, karena produk lokal sudah banyak yang bersertifikat halal sehingga konsumen tidak sulit mencarinya.

Mentega juga merupakan pilihan dalam membuat
Makanan Kue lebaran.Mentega atau butter perlu dipertanyakan kehalalannya jika dalam pembuatannya digunakan bahan-bahan tambahan seperti pewarna dan perisa. Jika terdapat Bahan Tambahan Makanan dan Pewarna Makanan, maka pastikan produk yang dipilih bersertifikat halal dari negara asal.

Bahan tambahan

Bahan Tambahan Makanan yang berfungsi memperbaiki tekstur dan mengembangkan kue umum digunakan dalam pembuatan Kue Makanan. Bahan tambahan tersebut dapat berupa bahan-bahan kimia sintetik seperti garam-garam karbonat, ataupun dapat berasal dari turunan asam-asam lemak seperti mono/digliserida(Pewarna Makanan dan Pewarna Kue. Produk turunan lemak ini perlu diwaspadai karena bisa berasal dari lemak nabati ataupun hewani. Kesulitan yang dialami konsumen saat ini adalah belum banyaknya produk retail yang beserifikat halal. Produk yang besertifikat halal kebanyakan berukuran kemasan besar. Selain itu, produk kemasan kecil yang beredar jarang sekali mencantumkan komposisi bahan penyusunnya. Oleh karena itu konsumen perlu berhati-hati sekali dalam memilih. Satu hal yang pasti harus dihindari adalah penggunaan bahan-bahan dengan rasa produk haram seperti rum, baik yang asli maupun yang sintetik.

Dalam pembuatan kue kering -- seperti kue keju, brownies, putri salju, kue coklat, lidah kucing, dahlia, domino, atau nastar -- sering menjadi pilihan banyak keluarga. Untuk membuat kue-kue tersebut, ada baiknya melihat secara seksama kehalalan bahan-bahan yang akan digunakan. Selain terigu sebagai bahan utama, dalam membuat kue ini juga digunakan bahan-bahan tambahan lainnya seperti margarin, shortening, baking powder, TBM, SP, ovalet dan lain-lain (
Pewarna Makanan Kue),

Baking powder

Baking powder adalah bahan pengembang (leavening agent) yang terdiri dari campuran sodium bicarbonat, satu atau lebih bahan pengembang lainnya seperti sodium alumunium fosfat, atau monocalcium fosfat serta bahan yang bersifat inert seperti pati. Bahan yang bersifat inert ini ditambahkan pada campuran tersebut untuk menjaga komponen-komponen campuran tersebut tidak terpisah secara fisik serta meminimalkan terjadinya reaksi yang premature. Proses atau sumber bahan yang digunakan untuk menghasilkan baking powder dari segi kehalalannya aman.

Baking soda
Baking soda adalah nama lain untuk sodium bikarbonat. Bahan ini akan mengeluarkan gas karbondioksida (CO2) yaitu gas yang bersifat sebagai bahan pengembang
Kue Makanan jika dipanaskan atau ditambahkan dengan asam. Baking soda adalah salah satu komponen yang ada di dalam baking powder. Dari segi kehalalan bahan ini tidak terlalu bermasalah, karena biasanya berasal dari batu-batuan.

Shorthening
Shortening adalah lemak yang berasal dari hewan atau tanaman. Shortening berfungsi untuk memotong benang-benang gluten yang menyebabkan produk yang dihasilkan teksturnya menjadi lembut dan renyah. Di pasaran shortening ini biasa dikenal dengan mentega putih. Saat ini banyak sekali jenis shortening yang dijual di pasaran, tergantung penggunaan yang akan dituju. Misalnya untuk pembuatan pastry, roti manis, dan lainnya.

Dari sumbernya, shortening bisa berasal dari lemak nabati, hewani atau bahkan campuran lemak hewani dan tumbuhan. Oleh karenanya bahan ini perlu dicermati dari mana asal lemaknya.

Sumber: nuwowawai.multiply.com

Temukan Info merarik mengenai Bahan Makanan | Bahan Kue | Bahan Tambahan Makanan | Pewarna Makanan | Pewarna Kue | Makanan Kue | Pewarna Makanan Kue | Kue Makanan dan Bahan Makanan & Bahan Kue:Bahan Tambahan Makanan & Pewarna Makanan Kue Denpasar Bali pada 88db.com
More aboutMemilih Bahan Kue

Tips Bahan Makanan

Posted by Sate Ayam on Thursday, April 2, 2009


Ada
serangkaian proses yang harus diperhatikan dalam memahami esensi manajemen makanan(cth Kue Makanan) atau esensi Bahan Tambahan Makanan. Yaitu, belanja, menyimpan, menyusun menu, dan memasak.
  • Belanja. Cara termudah membuat daftar belanja Bahan Tambahan Makanan / bahan makanan, adalah menyalin item belanja dari salah satu kegiatan belanja Anda. Pilih item paling penting dan termasuk kebutuhan utama. Lalu fotokopi dengan membiarkan beberapa baris kosong untuk Anda isi sesuai kebutuhan. Daftar ini juga bisa Anda lekatkan pada pintu lemari dapur, sebagai checklist, yang bisa Anda tandai saat bahan hampir habis cth bahan makanan seperti Pewarna Makanan, Pewarna Kue & Pewarna Makanan Kue.
    Belanjalah sesuai dengan susunan menu yang Anda buat. Usahakan agar merancang menu terlebih dahulu sebelum berbelanja bahan makanan atau Bahan Kue. Meskipun demikian, Anda tetap bisa melakukan variasi dan improvisasi, apabila bahan untuk membuat masakan sesuai menu tidak tersedia di pasaran Kue Makanan.
    Apabila Anda menganut sistem belanja bulanan(cth belanja Pewarna Makanan, Pewarna Kue & Pewarna Makanan Kue), usahakan agar bahan tertentu dibeli mingguan, untuk sayuran dan buah-buahan Anda tetap membeli secara harian atau maksimal, 2 - 3 kali seminggu.
  • Menyusun menu. Setelah memasak, beberapa jenis masakan yang bersisa (left over) bisa disimpan lagi sampai jangka waktu tertentu. Apabila Anda menganut sistem belanja bulanan, usahakan agar bahan tertentu dibeli mingguan, untuk sayuran dan buah-buahan Anda tetap membeli secara harian atau maksimal, 2 - 3 kali seminggu.
    Sebelum memasukkan ke dalam kulkas, sayuran yang terdiri dari dedaunan perlu Anda masukkan ke dalam plastik lembaran pembungkus, kertas roti atau kontainer agar terjaga kesegarannya cth Kue Makanan.
  • Penyimpanan makanan dan bahan makanan. Bahan Makanan sebaiknya disimpan dengan cara yang tepat dan cermat. Dengan demikian, tak hanya mutu dan gizinya terjaga. Dapur Anda pun menjadi rapih dan mudah diatur. Selain itu, beberapa jenis masakan yang bersisa (left over) bisa disimpan lagi sampai jangka waktu tertentu.
    Sebelum memasukkan ke dalam kulkas, sayuran yang terdiri dari dedaunan perlu Anda masukkan ke dalam plastik lembaran pembungkus, kertas roti atau kontainer agar terjaga kesegarannya.

Temukan informasi mengenai Bahan Makanan dan Bahan Kue di Bahan Makanan | Bahan Kue | Bahan Tambahan Makanan | Pewarna Makanan | Pewarna Kue | Makanan Kue | Pewarna Makanan Kue | Kue Makanan dan Bahan Makanan & Bahan Kue:Bahan Tambahan Makanan & Pewarna Makanan Kue Denpasar Bali pada 88db.com.

http://www.ayahbunda.co.id
More aboutTips Bahan Makanan