Showing posts with label toko makanan. Show all posts
Showing posts with label toko makanan. Show all posts

Menekuni Bisnis Katering

Posted by jenggot kambing on Friday, September 11, 2009

Betapapun kecilnya usaha katering yang dilakukan, bisnis tersebut harus dilakoni secara serius. Artinya bisnis tersebut harus dotempatkan sebagai usaha yang tidak main-main dan tanganilah dengan cara yang profesional pula.

Banyak hal yang bisa dilakukan dapat untuk memajukan bisnis ini. Pada dasarnya setiap usaha katering sudah memiliki tips-tips yang pada umumnya sama. Seperti cara memasarkan, penetapan harga, menu atau pelayanan.

Untuk lebih detailnya, berikut dijelaskan lebih rinci tips-tips yang dapat dilakukan oleh mereka yang membuka usaha katering.

1. Pemasaran

Tentukan pasar atau menjemput bola. Tidak ada salahnya membuat brosur sebagai langkah promosi selain upaya dari mulut ke mulut. Sekarang era-nya internet, di mana-mana orang menggunakan internet. Tidak ada salahnya menyarankan rekan-rekan mereka untuk mem-forward iklan katering ke rekan-rekan yang lainnya.

2. Harga

Biasanya pelanggan akan lebih memilih usaha katering yang menetapkan harga bersaing. "Kalau katering itu menerima pesanan dari ibu-ibu yang tinggal di kompleks perumahan, biasanya sedikit lebih cerewet dibandingkan dengan pelanggan dari kantoran. Agar lebih mudah menarik pelanggan, tetapkan harga Catering Murah tidak melampaui harga standar satu porsi makanan di kawasan sekitarnya.

3. Menu

Menu bisa memabuat pelanggan tidak pindah katering adalah pilihan menu. Orang kantoran yang langganan katering cenderung tidak terlalu rewel dalam masalah menu. Berbeda dengan pelanggan dari kalangan ibu-ibu. Mereka biasanya lebih teliti terhadap jenis makanan, menu, dan kebersihannya." Gantilah menu makanan sesering mungkin untuk menghindari kebosanan dari para pelanggan. Jangan sampai hasil pengolahan dan Peralatan Makan mengecewakan pelanggan.

4. Rasa

Orang akan segan untuk berpindah katering jika lidahnya sudah cocok dengan katering langganannya. Ada baiknya juga, setiap memasarkan usaha kateringnya disertai dengan menu yang tersedia saat itu untuk lebih menarik minat pelanggan. Apabila menu masakan anda di sukai pelanggan, berarti untuk di kemudian waktu pilih Toko Makanan temapt anda biasa membeli bahan belanjaan. Selain udah cocok dengan rasa masakan juga mendapatkan harga yang murah.

5. Pelayanan

Hal ini juga sangat penting untuk terus memperpanjang umur usaha dan mempertahankan para pelanggan agar tidak lari ke katering lain. Menyeriusi bisnis katering tidak akan rugi jika memerhatikan banyak hal. Misalnya saja katering rumahan yang melayani katering melalui telepon, usahakan yang menjawab teleponnya jangan anak kecil. Jadikan katering ini sebagai usaha serius dan profesional.

More aboutMenekuni Bisnis Katering

Bahan Kue Untuk Kue Lezat

Posted by gelasbagus on Friday, April 24, 2009

Banyak faktor penyebab kegagalan dalam membuat kue atau cake. Salah satunya adalah cara pemilihan bahan kue yang kurang tepat. Suhu udara di ruangan di mana Anda bekerja pun dapat menjadi penyebab kegagalan. Berikut kiat memilih beberapa macam bahan makanan untuk kue atau cake.

Telur
Telur sebagai bahan baku makanan kue dapat juga bersifat pengembang dan pemberi warna pada kue makanan. Pilih telur yang sama besar baik dari bentuk, berat, ukuran, sehingga volume putih dan kuning telur seimbang. Adonan bahan kue yang dihasilkan pun tidak menjadi lebih cair ataupun lebih kental. Pembuatan kue tidak selalu hanya menggunakan telur ayam horent yang ada di pasaran. Anda pun dapat menggunakan telur ayam kampung, telur bebek, telur puyuh. Asalkan dalam penggunaannya tetap berpedoman pada ukuran berat bahan yang dianjurkan.

Tepung
Sebagai bahan baku makanan kue, tepung yang lazim digunakan adalah tepung soft . Jenis tepung untuk bahan kue makanan ini dihasilkan dari penggilingan gandum soft. Oleh karena dalam pembuatan kue tidak diperlukan pembentukan gluten. Pemilihan jenis tepung ini sangat tepat lantaran sifat glutennya yang kurang baik. Tepung soft mengandung protein 7 - 9% (8,9 gram/100 gram bahan makanan).

Pilih tepung yang secara fisik mempunyai ciri-ciri warna putih seragam, aroma tidak tengik (apek), bertekstur lembut dan terurai (tidak menggumpal). Pembuatan kue tidak hanya tergantung pada pemakaian tepung terigu saja. Namun, dapat pula dikombinasi dengan tepung lain seperti tepung beras, tepung sagu, tepung maizena, tepung caster, tepung hungkue.

Bahan Tambahan Makanan

Sering kali dalam resep tertera adanya bahan tambahan makanan seperti quik 75, ovalet, SP, TBM, roombutter. Bahan tambahan seperti pewarna makanan kue ini berfungsi sebagai pengembang kue. Penggunaan pewarna makanan pun harus sesuai ukuran yang dianjurkan jika tidak ingin kue Anda gagal.
Bahan tambahan lain seperti pewarna makanan yang sering digunakan dalam pembuatan kue adalah susu atau pewarna makanan kue. Baik susu bubuk, susu cair atau susu kental manis. Pemilihan susu tanpa lemak (susu skim) lebih disarankan karena jenis ini tidak mempengaruhi rasa kue, seperti pewarna kue.

Lemak
Merupakan salah satu bahan pelengkap yang bersifat membantu proses emulsi, memperhalus pori-pori kue dan memberi warna kuning alami. Lemak yang digunakan biasanya mentega dan margarine, atau dapat pula menggunakan areh santan. Pilih lemak yang masih harum, tekstur tidak terlalu padat atau cair. Perlu diingat pula bahwa pembuatan kue yang menggunakan lemak lebih atau kurang dari takaran yang dianjurkan dapat mengakibatkan kegagalan hasil jadi kue.

Gula
Selain sebagai bahan pemanis atau pewarna kue, gula dapat mempercepat proses pengocokan dalam pembuatan kue. Dalam pembuatan kue dapat juga menggunakan gula halus ( tepung gula), gula palem, gula sirup. Sedangkan yang biasa digunakan dalam pembuatan kue adalah gula pasir. Pilih gula yang bersih serta berwarna putih karena hal ini dapat mempengaruhi tekstur warna kue. Gunakan gula sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan agar kue enak dan bertekstur lembut.

http://bv.poermandya.com/

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan lihat di Bahan Makanan | Bahan Kue | Bahan Tambahan Makanan | Pewarna Makanan | Pewarna Kue | Makanan Kue | Pewarna Makanan Kue | Kue Makanan dan
Bahan Makanan & Bahan Kue:Bahan Tambahan Makanan & Pewarna Makanan Kue Denpasar Bali di 88db.com

More aboutBahan Kue Untuk Kue Lezat

Memilih Bahan Kue

Posted by jenggot kambing on Thursday, April 23, 2009

Kehalalan produk merupakan hal utama yang perlu diperhatikan baik dalam memilih Bahan Kue, untuk menghasilkan kue yang tidak hanya lezat, juga halal . Beberapa Bahan Makanan dan Bahan Kue yang perlu diperhatikan kehalalannya adalah sebagai berikut,

Tepung terigu

Bahan Makanan utama pembuat Kue Makanan ini terbuat dari biji gandum yang pada dasarnya halal. Akan tetapi peraturan di Indonesia mewajibkan adanya fortifikasi vitamin dan mineral pada tepung terigu, sehingga kehalalan vitamin dan mineral yang ditambahkan perlu diperhatikan. Hampir seluruh produsen besar tepung terigu di Indonesia sudah bersertifikat halal, sehingga konsumen tidak sulit mencari terigu besertifikat halal di pasaran.

Minyak dan lemak

Kelompok minyak dan lemak yang digunakan dalam pembuatan
Makanan Kue cukup beragam, tergantung jenis kue yang dibuat. Jenis yang umum digunakan adalah minyak sayur, margarin, shortening, dan mentega. Minyak sayur dan margarin tak begitu menjadi masalah, karena produk lokal sudah banyak yang bersertifikat halal sehingga konsumen tidak sulit mencarinya.

Mentega juga merupakan pilihan dalam membuat
Makanan Kue lebaran.Mentega atau butter perlu dipertanyakan kehalalannya jika dalam pembuatannya digunakan bahan-bahan tambahan seperti pewarna dan perisa. Jika terdapat Bahan Tambahan Makanan dan Pewarna Makanan, maka pastikan produk yang dipilih bersertifikat halal dari negara asal.

Bahan tambahan

Bahan Tambahan Makanan yang berfungsi memperbaiki tekstur dan mengembangkan kue umum digunakan dalam pembuatan Kue Makanan. Bahan tambahan tersebut dapat berupa bahan-bahan kimia sintetik seperti garam-garam karbonat, ataupun dapat berasal dari turunan asam-asam lemak seperti mono/digliserida(Pewarna Makanan dan Pewarna Kue. Produk turunan lemak ini perlu diwaspadai karena bisa berasal dari lemak nabati ataupun hewani. Kesulitan yang dialami konsumen saat ini adalah belum banyaknya produk retail yang beserifikat halal. Produk yang besertifikat halal kebanyakan berukuran kemasan besar. Selain itu, produk kemasan kecil yang beredar jarang sekali mencantumkan komposisi bahan penyusunnya. Oleh karena itu konsumen perlu berhati-hati sekali dalam memilih. Satu hal yang pasti harus dihindari adalah penggunaan bahan-bahan dengan rasa produk haram seperti rum, baik yang asli maupun yang sintetik.

Dalam pembuatan kue kering -- seperti kue keju, brownies, putri salju, kue coklat, lidah kucing, dahlia, domino, atau nastar -- sering menjadi pilihan banyak keluarga. Untuk membuat kue-kue tersebut, ada baiknya melihat secara seksama kehalalan bahan-bahan yang akan digunakan. Selain terigu sebagai bahan utama, dalam membuat kue ini juga digunakan bahan-bahan tambahan lainnya seperti margarin, shortening, baking powder, TBM, SP, ovalet dan lain-lain (
Pewarna Makanan Kue),

Baking powder

Baking powder adalah bahan pengembang (leavening agent) yang terdiri dari campuran sodium bicarbonat, satu atau lebih bahan pengembang lainnya seperti sodium alumunium fosfat, atau monocalcium fosfat serta bahan yang bersifat inert seperti pati. Bahan yang bersifat inert ini ditambahkan pada campuran tersebut untuk menjaga komponen-komponen campuran tersebut tidak terpisah secara fisik serta meminimalkan terjadinya reaksi yang premature. Proses atau sumber bahan yang digunakan untuk menghasilkan baking powder dari segi kehalalannya aman.

Baking soda
Baking soda adalah nama lain untuk sodium bikarbonat. Bahan ini akan mengeluarkan gas karbondioksida (CO2) yaitu gas yang bersifat sebagai bahan pengembang
Kue Makanan jika dipanaskan atau ditambahkan dengan asam. Baking soda adalah salah satu komponen yang ada di dalam baking powder. Dari segi kehalalan bahan ini tidak terlalu bermasalah, karena biasanya berasal dari batu-batuan.

Shorthening
Shortening adalah lemak yang berasal dari hewan atau tanaman. Shortening berfungsi untuk memotong benang-benang gluten yang menyebabkan produk yang dihasilkan teksturnya menjadi lembut dan renyah. Di pasaran shortening ini biasa dikenal dengan mentega putih. Saat ini banyak sekali jenis shortening yang dijual di pasaran, tergantung penggunaan yang akan dituju. Misalnya untuk pembuatan pastry, roti manis, dan lainnya.

Dari sumbernya, shortening bisa berasal dari lemak nabati, hewani atau bahkan campuran lemak hewani dan tumbuhan. Oleh karenanya bahan ini perlu dicermati dari mana asal lemaknya.

Sumber: nuwowawai.multiply.com

Temukan Info merarik mengenai Bahan Makanan | Bahan Kue | Bahan Tambahan Makanan | Pewarna Makanan | Pewarna Kue | Makanan Kue | Pewarna Makanan Kue | Kue Makanan dan Bahan Makanan & Bahan Kue:Bahan Tambahan Makanan & Pewarna Makanan Kue Denpasar Bali pada 88db.com
More aboutMemilih Bahan Kue

Tips Bahan Makanan

Posted by Sate Ayam on Thursday, April 2, 2009


Ada
serangkaian proses yang harus diperhatikan dalam memahami esensi manajemen makanan(cth Kue Makanan) atau esensi Bahan Tambahan Makanan. Yaitu, belanja, menyimpan, menyusun menu, dan memasak.
  • Belanja. Cara termudah membuat daftar belanja Bahan Tambahan Makanan / bahan makanan, adalah menyalin item belanja dari salah satu kegiatan belanja Anda. Pilih item paling penting dan termasuk kebutuhan utama. Lalu fotokopi dengan membiarkan beberapa baris kosong untuk Anda isi sesuai kebutuhan. Daftar ini juga bisa Anda lekatkan pada pintu lemari dapur, sebagai checklist, yang bisa Anda tandai saat bahan hampir habis cth bahan makanan seperti Pewarna Makanan, Pewarna Kue & Pewarna Makanan Kue.
    Belanjalah sesuai dengan susunan menu yang Anda buat. Usahakan agar merancang menu terlebih dahulu sebelum berbelanja bahan makanan atau Bahan Kue. Meskipun demikian, Anda tetap bisa melakukan variasi dan improvisasi, apabila bahan untuk membuat masakan sesuai menu tidak tersedia di pasaran Kue Makanan.
    Apabila Anda menganut sistem belanja bulanan(cth belanja Pewarna Makanan, Pewarna Kue & Pewarna Makanan Kue), usahakan agar bahan tertentu dibeli mingguan, untuk sayuran dan buah-buahan Anda tetap membeli secara harian atau maksimal, 2 - 3 kali seminggu.
  • Menyusun menu. Setelah memasak, beberapa jenis masakan yang bersisa (left over) bisa disimpan lagi sampai jangka waktu tertentu. Apabila Anda menganut sistem belanja bulanan, usahakan agar bahan tertentu dibeli mingguan, untuk sayuran dan buah-buahan Anda tetap membeli secara harian atau maksimal, 2 - 3 kali seminggu.
    Sebelum memasukkan ke dalam kulkas, sayuran yang terdiri dari dedaunan perlu Anda masukkan ke dalam plastik lembaran pembungkus, kertas roti atau kontainer agar terjaga kesegarannya cth Kue Makanan.
  • Penyimpanan makanan dan bahan makanan. Bahan Makanan sebaiknya disimpan dengan cara yang tepat dan cermat. Dengan demikian, tak hanya mutu dan gizinya terjaga. Dapur Anda pun menjadi rapih dan mudah diatur. Selain itu, beberapa jenis masakan yang bersisa (left over) bisa disimpan lagi sampai jangka waktu tertentu.
    Sebelum memasukkan ke dalam kulkas, sayuran yang terdiri dari dedaunan perlu Anda masukkan ke dalam plastik lembaran pembungkus, kertas roti atau kontainer agar terjaga kesegarannya.

Temukan informasi mengenai Bahan Makanan dan Bahan Kue di Bahan Makanan | Bahan Kue | Bahan Tambahan Makanan | Pewarna Makanan | Pewarna Kue | Makanan Kue | Pewarna Makanan Kue | Kue Makanan dan Bahan Makanan & Bahan Kue:Bahan Tambahan Makanan & Pewarna Makanan Kue Denpasar Bali pada 88db.com.

http://www.ayahbunda.co.id
More aboutTips Bahan Makanan