Tingkatkan Pariwisata Malaysia Incar Riau

Posted by jenggot kambing on Monday, July 26, 2010

Pemerintah Malaysia terus melakukan inovasi dalam mengambangkan pariwisatanya. Lewat berbagai konsep pariwisata yang dikemas secara menarik. Indonesia khususnya Riau pun menjadi pangsa pasar utama bidikan negeri jiran tersebut.Tingkat kunjungan wisatawan Indonesia ke homestay Malaysia sangat tinggi. Sejak homestay mulai dipromosikan ke Indonesia pada Februari 2010 lalu, hingga Juni ini tingkat kunjungan mencapai 606 orang. Dan yang berasal dari Riau sebanyak 103 orang.Tingginya minat wisatawan Indonesia khususnya Riau mengunjungi homestay di Malaysia, membuat Tourism Malaysia yakin tingkat kunjungan wisatawan Indonesia bisa meningkat 20 persen di akhir tahun ini.

Jumlah homestay Malaysia terdiri dari 225 kampung, 3.283 rumah, 4.627 kamar. Keberadaannya di 225 kampung yang tersebar di 13 negeri bagian. Dengan kapasitas tersebut bisa menerima sekitar 1,6 juta orang pertahunnya. Harga untuk menginap di Homestay Malaysia sekitar 250 ringgit atau sekitar Rp 700 ribu perpaketnya.

Dari segi fasilitas, setiap kamar lengkap dengan peralatannya, mulai dari AC atau kipas angin, listrik, toilet, TV dan lainya. Masing-masing homestay mempunyai ciri khas tersendiri. ada homestay yang menawarkan bercocok tanam, bersawah, menyulam, menari, mendaki bukit, hingga menjadi nelayan.

Khusus untuk wisatawan Indonesia tahun ini diberikan diskon 50 persen dari harga paket yang ditawarkan. Homestay juga berimbas meningkatkan ekonomi warga lokal karena para wisatawan yang datang akan menjadi pemasukan kepada mereka.Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Tourism Malaysia, Datuk Abdul Ghaffar A Tambi, pada kesempatan yang sama mengatakan, selain homestay, Malaysia menawarkan produk pariwisata lainnya dengan konsep kesehatan dan juga olahraga golf.

Sumber : riaubisnis.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

{ 1 comments... read them below or add one }

The Belitung Blogging said...

wah Riau ya sekarang, bagaimana dengan usaha Indonesia?