Gaun Pengantin ala Cinderella

Diposkan oleh jenggot kambing on Senin, 16 November 2009



Cinderella, Snow White, dan Belle dari kisah Beauty and the Beast berkeliaran di Wedding Exhibitions di main atrium Senayan City, Jakarta, pekan lalu. Mereka berlenggang memamerkan kecantikan Gaun Pengantin dalam peragaan busana The Secret Treasure bertema pencarian cinta sejati

Tina Andrean-lah, sang ibu peri, yang merancang gaun-gaun indah itu. Dalam peragaan itu, istri Johnny Andrean, sang pengusaha salon dan waralaba donat dan roti, ini menyuguhkan 30 koleksi: 12 gaun malam dan 18 gaun pengantin dalam.

Warna-warna merah--seperti, rouge red, blush red, dan fuschia red--membuka peragaan gaun pengantin yang terdiri atas lima sesi itu. Melalui koleksi Evening Melody, Tina menampilkan gaun malam cocktail dan long dress yang simpel dan anggun. Garis asimetris dan lipit-lipit hadir di gaun berbahan sifon yang ditaburi kristal dan payet itu.

Gaya gaun pengantin yang lebih formal ditampilkan Tina pada sekuen berikutnya: Evening Symphony. Tina menyuguhkan detail aplikasi lace, cross neck dari sweet heart neckline, dan V neck. Sentuhan elegan dan romantis ditampilkan Tina lewat paduan france lace pada bahan Thai silk dan sifon dengan potongan dada empire dan rok tumpuk.

Gaun pengantin impian cinta sejati Tina sendiri muncul di sesi ketiga. Dimulai dari kisah Cinderella. Tina menampilkan gaun pengantin dengan potongan slim line, mermaid, semi A line, dan kemben atau bustier dengan ekor pendek atau tanpa ekor sama sekali. Bahan silk duchess, satin off white, tule halus, organza, dan tule tumpuk ivory mewarnai koleksi yang simpel untuk ukuran gaun pengantin layaknya pribadi Cinderella yang bersahaja itu.

Kisah selanjutnya: Snow White. Gaun putih berbahan tule yang dilipat-lipat seolah melukiskan salju. Potongan pinggang straight waist dan drop waist, yang dipadu dengan rok bertumpuk dan bersusun, memberi kesan melayang.

Puncak peragaan ditutup dengan persembahan gaun pengantin bak putri kerajaan melalui koleksi The Secret Treasure/Belle, yang terinspirasi oleh kisah Beauty and The Beast. Gaun pengantin extravaganza seperti penggunaan ekor panjang, dari 2-3 meter hingga taburan kristal Swarovski dan sulaman.

Dalam rancangan gaun pengantin edisi terbatasnya ini, Tina menggunakan bahan-bahan pilihan, seperti silk duchess Italia, silk organza, dan satin silk. Untuk memberikan kesan suci, Tina hanya menggunakan warna putih, seperti off white, champagne, dan white silver. Warna-warna itu dinilai pas dan bisa masuk untuk jenis kulit apa pun.

Sentuhan berbeda diberikan Tina kepada semua koleksi gaun pengantinnya melalui tambahan berupa jaket bolero dan veil panjang untuk menutupi tubuh pengantin. "Jaket ini dikenakan saat pemberkatan pernikahan di gereja. Jadi tidak terlalu vulgar kesannya," kata Tina.


tempointeraktif.com

{ 0 komentar... read them below or add one }