Design Website Mudah

Posted by Sate Ayam on Thursday, November 5, 2009



Sering kita temui website yang tipikal: “welcome to my homepage,” animasi e-mail, background dengan tulisan miring (diagonal), animasi garis pembatas, tabel dengan border tiga-dimesi dan lain-lain. Hal ini terjadi akibat dari fasilitas template yang disediakan oleh software pembuat web seperti: frontpage, corel webdesigner, dan sebagainya yang ditujukan untuk mempermudah penggunanya dalam membangun atau buat website.Jika anda puas dengan hasil kerja anda membangun website dengan fasilitas template, sudahlah cukup sampai di sini. Tetapi jika anda tidak puas dengan apa yang anda buat, dan anda merasa ingin lebih baik, maka anda perlu mengetahui bagaimana web designer membangun suatu desain situs dan desain website, terlepas anda punya bakat seni atau tidak.

1. Unik :
Dalam membuat karya apapun seorang designer website mempunyai kesadaran untuk tidak meniru atau menggunakan karya orang lain. Begitu pula seorang website desain harus mempunyai budaya malu untuk menggunakan icon, animasi, button, dll, yang telah digunakan atau dibuat oleh orang lain.

2. Komposisi :
Seorang web designer selalu memperhatikan komposisi warna yang akan digunakan dalam desain situs dan desain website yang dibuatnya. Pergunakan selalu palette 216 webcolor, yang dapat diperoleh dari adobe.com, hal ini untuk mencegah terjadinya dither pada image yang berformat gif. Dalam membangun website suatu perusahaan, web designer selalu menyesuaikan warna yang digunakan dengan corporate color perusahaan tersebut. Sebagai contoh: telkom corporate color-nya adalah biru, coca-cola : merah dan putih, standard-chartered : hijau dan biru, dsb. Untuk kemudian warna-warna tadi digunakan sebagai warna dominan atau sebagai elemen pendukung (garis, background, button, dsb).

3. Simple :
website desain banyak yang menggunakan prinsip “keep it simple”, hal ini ditujukan agar tampilan website tersebut terlihat rapi, bersih dan juga informatif.

4. Semiotik :
Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda-tanda. Dalam hal ini diharapkan dengan melihat tanda atau gambar, user/audience dapat dengan mudah dan cepat mengerti. Sebagai contoh: jangan membuat gambar/image yang berkesan tombol, padahal itu bukan tombol/ link




Http://zainurie.wordpress.com

{ 0 comments... read them below or add one }