Showing posts with label rancang bangun. Show all posts
Showing posts with label rancang bangun. Show all posts

Rumah Kecil nan Sehat

Posted by jenggot kambing on Thursday, April 30, 2009

Terwujudnya sebuah keluarga yang sehat fisik dan mental dapat dimulai dari rumah yang sehat pula.

Sering kali timbul pertanyaan, apa hubungan rumah sehat dengan keluarga sehat? Berbagai penelitian membuktikan bahwa rumah yang sehat berperan besar menjaga kesehatan fisik dan mental penghuni rumah, karena pada umumnya dua per tiga kehidupan manusia berada di rumah.

Di zaman krisis ekonomi yang berkepanjangan seperti sekarang, Bangun Rumah mungil yang sehat saja tidaklah cukup. Rumah juga harus hemat, produktif, dan ramah lingkungan. Meski mungil, kualitas Bangunan Rumah harus kompak.

Anggaran keuangan keluarga yang pas-pasan dan rumah tinggal yang imut-imut justru merupakan tantangan bagi penghuni yang menuntut seni kreativitas tinggi dalam mengolah/ Rancang Rumah tempat tinggal dengan kesederhanaan. Anda pun bisa mencobanya.

Keterbatasan lahan jelas mensyaratkan optimalisasi alokasi lahan dan pemanfaatan fungsi ruang luar dan ruang dalam, serta kemungkinan rencana pengembangan ruang tingkat ke atas. Multifungsi sudah merupakan keharusan untuk berbagi ruang berbagai macam kebutuhan. Ruang luar depan dapat difungsikan sekaligus sebagai “ruang taman tamu” yang merangkum teras depan, carport, dan ruang tamu dalam suasana taman. Tamu asing dan teman-teman anak remaja kita dapat dijamu di sini.

Rancang Rumah mungil bukan berarti rumah tidak sehat. Rumah sehat memerlukan bukaan-bukaan lubang angin dan jendela yang lebar. Ketersediaan lubang angin di atas dan di bawah dan penanaman pohon di depan dan belakang halaman Bangunan Rumah akan memberikan keteduhan lingkungan dan sirkulasi udara segar yang mengalir ke dalam rumah dari depan ke belakang atau sebaliknya tanpa terhalang untuk menghindari terperangkapnya udara panas dalam rumah.

Penempatan jendela yang lebar dan lubang angin secara bersilangan akan memudahkan sinar Matahari masuk memberikan kehangatan dan penerangan alami ke dalam rumah. Ruang servis, terutama ruang jemur, jelas memerlukan sinar Matahari yang cukup sehingga keteduhan pohon atau pergola harus diperhitungkan. Yang perlu diingat adalah kebersihan rumah sejak dari luar pagar (saluran air dan jalan), ruang luar depan, ruang dalam, dan ruang luar belakang tetap mutlak diperlukan.

Jaringan kabel harus ditata rapi pula. Namun, perlu diingat untuk menyediakan lubang angin yang cukup untuk melancarkan aliran udara panas yang biasanya ditampung sementara di atas plafon. Lihat Rancang Bangun dan Konstruksi Rumah.

Kelancaran aliran udara yang keluar masuk dan ketersediaan sinar Matahari di siang hari jelas akan menghemat bahkan meniadakan pemakaian listrik alat pengondisian udara (air conditioner), kipas angin, dan lampu penerangan, terutama di siang hari. Namun hal ini juga harus didukung terciptanya keteduhan oleh pepohonan dan kesejukan taman dan kolam yang asri.

Sumber: 123rumah.wordpress.com

Temukan informasi lainnya mengenai Bangun Rumah - Rancangan Rumah - Rancangan Konstruksi - Rancangan Bangunan - Konstruksi Bangunan - Konstruksi Rumah - Bangunan Rumah - Rancang Bangun - Rancang Rumah hanya di Jasa Mandor : Bangun & Rancangan Rumah - Konstruksi Bangunan Rumah & Rancang Bangun Rumah Jakarta pada 88db.com
More aboutRumah Kecil nan Sehat

Rancangan Rumah Nyaman

Posted by gelasbagus on Monday, April 27, 2009

Nyaman dan aman. Itulah dua aspek penting dalam membuat sebuah rancangan rumah. Kenyamanan konstruksi rumah mungkin tergantung dengan selera individu. Namun, tidak untuk masalah keamanan konstruksi bangunan. Karena, memiliki bangunan rumah aman adalah keinginan kita semua.

Sayangnya, obsesi bangun rumah menjadi tempat tinggal yang aman kadang tidak kita pikirkan dampaknya. Pasalnya, ketatnya keamanan rancangan konstruksi rumah bisa saja menjadi sebuah dilema besar bagi kita. Bukan rasa aman yang didapat, melainkan ‘maut’ siap menanti, seandainya terjadi peristiwa yang tidak kita inginkan.

Kasus kebakaran rumah (terutama berdesain ruko) yang marak terjadi akhir-akhir ini adalah contohnya. Beberapa korban tewas, salah satunya diakibatkan desain rancangan bangunan rumah yang terlalu ketat. Tidak ada sedikitpun celah untuk bisa melarikan diri. Jeruji besi yang sedianya dipasang untuk keamanan rancang bangun rumah, berubah menjadi sebuah ruangan bak neraka. Karena tak bisa keluar, korban pun akhirnya pingsan dan terbakar.

Bahkan yang lebih memprihatinkan lagi, bukan satu ring saja jeruji besi itu terpasang. Bisa sampai beberapa lapis. Dari mulai teras rancang rumah, pintu, jendela hingga balkon. Demikian juga di ruang bangun rumah terbuka lainnya. Karena, disadari atau tidak, kondisi ini dapat meminimalkan gerak penghuninya bila bencana seperti kebakaran terjadi.
Bagaimana mau menyelamatkan diri jika terjebak dalam ruangan?. Jangankan untuk loncat, mencari bantuan dengan berteriak pun bukanlah hal yang mudah. Jeruji besi yang terpasang tidak memberi sedikitpun ruang untuk bisa mempertahankan diri dari kobaran api.

Menurut Aditya ST dan Anditya ST
, dua kakak beradik yang berprofesi sebagai arsitektur ini, keamanan memang menjadi sebuah harga mati bagi masyarakat. Mengingat tingkat kriminalitas di kota-kota besar, seperti Medan yang makin merajalela. Sayangnya, konsep keamanan tersebut ternyata tidak mempertimbangkan dampak negatif seandainya bahaya datang dari dalam rancangan rumah.
"Terlampau banyak 'benteng pertahanan' di rancangan konstruksi rumah membuat penghuni akan sedikit kelimpungan bila hendak keluar dari rumah. Pengamanan yang berlapis. Contohnya jendela yang sudah dijeruji lalu dikerangkeng lagi, justru menyukarkan penghuni seandainya bencana berasal dari dalam bangunan rumah,” papar Aditya ST, saat ditemui Global kemarin.

Menurut kedua arsitek ini, biasanya yang banyak menggunakan konsep keamanan seperti ini adalah masyarakat yang tinggal di Rumah Toko(Ruko). Desain konstruksi bangunan ruko yang langsung mentok ke dinding tanpa ada selasar di belakang rancangan bangunan rumah dinilai tidak baik bila dipandang dari segi keamanan. Pasalnya, akses keluar konstruksi rumah hanya satu saja yakni dari depan rancang bangun rumah.

Aditya mengatakan pengadaan rancang rumah selasar di belakang rumah toko amat penting. Sebagai 'pintu' lain sebuah rumah. Idealnya lebar selasar 1,5 hingga 2 meter. Tapi karena rasa sayang mengurangi lahan untuk dijadikan lorong kecil, kebutuhan akan selasar dikesampingkan.

Seyogianya jika bencana terjadi misalnya kebakaran, selasar dapat digunakan sebagai jalan untuk melarikan diri, keluar dari rumah. “Tapi yang kita lihat, pengembang cenderung mau hemat. Kalau lahan digunakan sebagai selasar kan mengurangi luas rumah, harganya lebih murah ketimbang rumah yang tidak ada selasarnya,” tambah Anditya.

http://www.harian-global.com/

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan lihat di Bangun Rumah - Rancangan Rumah - Rancangan Konstruksi - Rancangan Bangunan - Konstruksi Bangunan Konstruksi Rumah - Bangunan Rumah - Rancang Bangun - Rancang Rumah dan
Jasa Mandor : Bangun & Rancangan Rumah - Konstruksi Bangunan Rumah & Rancang Bangun Rumah Jakarta di 88db.com
More aboutRancangan Rumah Nyaman

Tips Desain Rumah Dan Lingkungan Alam

Posted by jenggot kambing on Wednesday, April 15, 2009

Keberadaan sebuah rumah tidak akan lepas dari keaadaan lingkungan alam disekelilingnya. kondisi alam juga dapat mempengaruhi penghuni rumah yang ada didalamnya. agar lingkungan alam tidak memberikan dampak buruk bagi penghuni rumah maka alangkah baiknya Rancangan Rumah disesuaikan dengan kondisi alam.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk dapat menyesuaikan
Rancangan Rumah dengan kondisi alam sekitar. misalnya:

1. Buatlah
Rancang Bangun Rumah dengan Mengurangi adanya Dinding Sekat Pembatas Ruangan.
Ruangan yang menyatu untuk berbagai fungsi, contohnya Ruang Tamu dan Ruang keluarga tidak dipisahkan dengan dinding menjadi dua ruang. tetapi cukup dengan variasi perbedaan ketinggian lantai atau menggunakan partisi yang tidak permanent.

2. Rancang Rumah dengan Ventilasi pada bagian Depan, Belakang, Samping Kiri dan Samping Kanan Dinding Bangunan.
Ventilasi ini akan berfungsi sebagai jalur masuk dan keluarnya aliran sirkulasi udara. Ventilasi dapat dibuat menyatu diatas kusen pintu atau jendela.

3.
Rancang Rumah dengan Ventilasi dibagian Dinding Sopi-sopi.
Ventilasi pada sopi-sopi berfungsi sebagai aliran masuk dan keluarnya udara pada ruang diantara plafond dan genting (ruang loteng). karena ruang ini sangat berpotensi menyalurkan radiasi panas yang berasal dari bahan penutup atap dan berpengaruh pada ruang yang ada dibawahnya.

4. Tambahkan Alat Untuk Mengalirkan Panas dari dalam Rumah, Seperti Exhaust dan Cooker Hood.
Alat ini digunakan untuk menyalurkan panas, asap dan sekaligus bau yang dihasilkan dari aktivitas memasak didapur.

5. Pilihlah Bahan Atap yang dapat Melindungi dan Menyerap Panas Sinar Matahari dengan Baik.
Rancangan Bangunan atas seperti Genting yang terbuat dari tanah liat atau keramik adalah salah satu bahan yang baik untuk meredam panas. selain itu, dibawah penutup atap anda dapat menambahkan lembaran bahan insulator.

6.
Rancangan Bangunan Agar Dinding Terluar dari Rumah memiliki Jarak Kosong denganDinding Pagar Halaman.
Hal ini sangat membantu dalam proses pendinginan alami, karena aliran angin tidak terhalang langsung oleh dinding dan bisa langsung masuk kedalam rumah. jika lokasi kavling tidak terlalu besar, maka dapat dibuat alternative dengan dinding tekuk sudut.

7. Rancang
Bangunan Rumah dg Ketinggian Plafond Agar Melebihi dari 3 meter.
Ketinggian plafond ini akan menghambat proses pemanasan yang terjadi didalam ruangan. panas yang ada akan dapat cepat dinetralisir oleh aliran angin yang masuk.

8. Butlah
Konstruksi Rumah dengan Sudut Kemiringan Atap yang lebih Besar, Sehingga didapatkan Ukuran Ruang Loteng yang lebih Luas.
Hal ini akan memperlambat proses pemanasan dari radiasi panas genting yang terjadi diruang loteng. kondisi ini akan membuat ruang loteng akan lebih cepat dingin karena hawa panas didinginkan oleh aliran udara yang masuk, dan keluar melalui ventilasi.

9. Gunakan Warna Cat Dinding yang tidak Menyerap Panas Matahari.
Warna yang gelap akan menyerap panas dan akan diteruskan kebagian dinding dalam banguna. akibatnya suhu ruang tersebut akan menjadi panas. Karena itulah kita harus menggunakan warna yang dapat memantulkan sinar matahari, seperti warna putih atau warna yang cerah.

10.
Konstruksi Rumah dengan Taman yang ditanami dengan Pohon yang Rindang.
Pohon-pohon ini akan dapat menahan terik sinar matahari secara langsung dan menahan partikel-partikel debu. selain itu juga adanya pohon-pohon tersebut agar membuat keadaan menjadi sejuk dan rindang.

11. Gunakan Bahan Penutup Jendela yang dapat Mengurangi Kekuatan Sinar Matahari.
Contohnya adalah penggunaan kaca film atau vertical blind. atau dapt juga digunakan kanopi untuk melindungi sinar matahari sehingga sinar matahari dapat langsung tertahan oleh adanya kanopi.

12. Perhatikan Penempatan Tampak Muka Rumah (Fasade) yang disesuaikan dengan Arah datang Sianr Matahari.
Ada baiknya tampak rumah/
Konstruksi Bangunan tidak langsung menghadap kearah datangnya matahari. paling arah tampaka rumah adalah 45-90 derajat dari arah datangnya sinar matahari ketika terbit.

Dengan demikian, bila
Rancang Bangun rumah sudah disesuaikan dengan kondisi lingkungan, setidaknya rumah akan nyaman dihuni dan ditempati.

Semoga Bermanfaat

Sumber: kharianto.co.cc

Temukan informasi lainnya mengenai Bangun Rumah - Rancangan Rumah - Rancangan Konstruksi - Rancangan Bangunan - Konstruksi Bangunan - Konstruksi Rumah - Bangunan Rumah - Rancang Bangun - Rancang Rumah hanya di Bangun & Rancangan Rumah: Konstruksi Bangunan Rumah-Rancang Bangun Rumah Jakarta Barat pada 88db.com
More aboutTips Desain Rumah Dan Lingkungan Alam

Tips Membangun Rumah Melalui Developer

Posted by anggota member on Tuesday, March 31, 2009

Beberapa hal yang perlu diperhatikan jika membangun rumah via Developer adalah sbb:

1. Ukuran septitank (tempat pembuangan *buang air*), kalau bisa langsung diperlebar dan diperdalam. Jadi bukan hanya bangunan rumah saja yang diperhatikan.

2. Kualitas tembok
* Kualitas Pasir
* Jumlah Semen
* Kelurusan Tembok (Kalau tidak menggunakan tali-tali dalam membangun rumah, kemungkinan tembok miring besar). Aspek ini penting dalam konstruksi bangunan atau konstruksi rumah.

3. Anti Rayap untuk Kayu-kayu di atap

4. Meni untuk kayu-kayu yang menempel di tembok (untuk jendela, pintu, dll)

5. Kualitas Pralon (terutama pralon yang dikubur, seperti saluran dari WC)
* Sekalian ganti yang mahal, karena bongkar pralon, berarti bongkar lantai

6. Urusan Lantai
* Jika kualitas porselin jelek, maka pemasangannya tidak akan sesuai dengan sudut2nya (mencong2). Rancangan rumah, rancangan bangunan nantinya tidak proporsional.
* Jika pemasangannya jelek, maka ada yang tidak sama tingginya dan mencong2
* Untuk teras, sebaiknya dibedakan tingginya dari ruangan dalam, minimal 1 cm
* Untuk teras dan WC, harus ada kemiringan, sehingga air tidak akan menggenang

7. Urusan cat
* Ini yang paling suse, ternyata dapet tukang cat yang bagus kerjanya susah
* Yang penting dasarnya (meng-aci-nya) bener, kalau dasarnya benar, relatif hasil cat bagus
* Tembok harus kering dulu, baru diaci. Kalau tidak kering, maka hasilnya belang2. Selain konstruksi bangunan yang diperhatikan tentunya keindahan rancangan rumah juga. Salah satunya adalah aspek ini.

8. Listrik
* Colokan listrik dan saklar lampu disetiap ruangan
* Kualitas colokan listrik dan saklart
* Kualitas kabel

Dekati mandor rancang bangun rumah yang langsung di lapangan, jangan mandor yang di kantor. Ya biasa UUD (ujung-ujungnya duit).

http://blog.360.yahoo.com

Temukan informasi lainnya mengenai Bangun Rumah - Rancangan Rumah - Rancangan Konstruksi - Rancangan Bangunan - Konstruksi Bangunan - Konstruksi Rumah - Bangunan Rumah - Rancang Bangun - Rancang Rumah hanya di Bangun & Rancangan Rumah: Konstruksi Bangunan Rumah-Rancang Bangun Rumah Jakarta Barat pada 88db.com
More aboutTips Membangun Rumah Melalui Developer