Showing posts with label wedding photo design. Show all posts
Showing posts with label wedding photo design. Show all posts

Tips & Etika Memotret Acara Pernikahan

Posted by malamjumat on Tuesday, December 23, 2008

Apa yang harus dilakukan oleh seorang fotografer pernikahan baik itu untuk foto pre wedding maupun di hari pernikahan?

  • Hadir pada technical meeting / rapat panitia. Sampaikan daftar yang diperlukan untuk foto pernikahan. Misal: ruangan untuk foto studio, daya listrik, letak stop kontak, dll. Koordinasi yang baik antar penyedia jasa akan menjadikan semua serba teratur. Tidak ada kabel bersliweran didepan pelaminan misalnya.
  • Memahami susunan acara & hadir sesuai jadwal. Cadangkan waktu untuk mempersiapkan diri & peralatan photo wedding. Jika lokasi acara tidak kita kenal, lakukan survey sebelumnya. Pada hari H semua orang sibuk dengan urusan masing-masing, jangan menambah beban mereka.
  • Berpakaian yang sopan & wajar. Terutama pada acara pernikahan tradisional, sebaiknya tidak memakai sandal, poloshirt / tshirt serta jeans “belel”. Keluarga pengantin tidak peduli merek sandal yang anda gunakan. Crocs sekalipun, tidak layak berada diruang pesta.
  • Makan sebelum kerja. Ingat!!! kita datang untuk bekerja
  • Pahami aturan yang berlaku di lokasi acara. Misal : adab masuk mesjid, larangan menaiki altar gereja, kewajiban memakai pakaian adat, dll
  • Tidak mengganggu personil lain yang bertugas. Misal : menghalangi pandangan pemandu acara.
  • Ingatkan calon pengantin untuk melakukan hal-hal yang akan membuat hasil photo wedding menjadi lebih baik. Misal : banyak tersenyum, jangan terlalu sering menunduk, badan harus tegap, waktu berdoa angkat kedua tangan tinggi-tinggi, dsb. Sampaikan hal-hal tersebut sebelum acara atau beberapa hari sebelumnya, bukan pada saat acara berlangsung karena akan mengganggu konsentrasi / merusak kekhidmatan prosesi
  • Pada acara siraman calon pengantin wanita, seringkali keluarga hanya memperbolehkan wanita dan keluarga dekat yang hadir pada acara tersebut. Tugaskan fotografer wanita untuk keperluan tersebut
  • Lensa super lebar seringkali menghasilkan efek yang dramatis. Namun bila digunakan pada saat yang tidak tepat akan mengganggu. Gunakanlah lensa super lebar dengan bijaksana. Lensa ini juga bagus digunakan untuk acara pre wedding photo.
  • Gunakan peralatan sewajarnya. Perhatikan apakah estetika ruangan akan terganggu oleh alat fotografi yang digunakan. Pengantin membayar mahal untuk dekorasi ruangan. Payung & softbox seringkali menghalangi pandangan tamu ke arah panggung / pelaminan. Di sinilah seorang fotografer diuji, tidak tergantung pada 1 jenis alat saja.
  • Jangan terlalu banyak mengatur, serahkan jalannya acara kepada pembawa acara
  • Tampil low profile menyatu dengan acara, sehingga kehadiran fotografer tidak membuat canggung / merusak suasana. Jangan terlalu sering lalu-lalang dengan alasan mengejar momen. Tempatkan beberapa fotografer pada lokasi yang strategis untuk mendapatkan semua sudut pemotretan
  • Apabila ada petugas video / fotografer lain di lokasi acara, pintar-pintarlah mengatur “kesepakatan”. Misal agar tidak mengambil posisi saling berhadapan yang mengakibatkan kita ikut terekam (”in frame”)
  • Tepati janji kapan hasil photo wedding maupun pre wedding foto tersebut akan diserahkan

Yang terakhir, fotografer profesional tidak pernah menunjukkan hasil fotonya (foto pernikahan, foto pre wedding, dsb) yang gagal ke klien. Selalu tunjukkan hasil foto (termasuk pre wedding photo) terbaik & simpan foto-foto yang jelek sebagai bahan introspeksi. Jika Anda tertarik memanfaatkan jasa fotografer bisa menjadikan foto wedding Bekasi sebagai rujukan.

http://blog.republikfoto.com

Temukan Foto Pernikahan, Foto Pre Wedding, Pre Wedding Photo, Pre Wedding Foto, Photo Wedding, Foto Wedding Bekasi hanya di Foto Pernikahan & Pre Wedding: Pre Wedding Photo & Foto Wedding Bekasi 88db.com

More aboutTips & Etika Memotret Acara Pernikahan