Showing posts with label ujung kulon tour. Show all posts
Showing posts with label ujung kulon tour. Show all posts

Tips Berwisata di Ujung Kulon

Posted by jenggot kambing on Wednesday, July 29, 2009

Badak bercula satu. Berani bertaruh, binatang langka yang dilindungi ini pasti menjadi ‘top of mind’ Anda ketika mendengar nama Ujung Kulon. Begitu juga dengan saya. Paling tidak, hingga detik ketika saya injakkan kaki di Peucang, salah satu pulau kecil yang indah di wilayah Taman Nasional Ujung Kulon (Taman Ujung Kulon), pada liburan panjang beberapa waktu lalu.

Ada enaknya juga berlibur dengan rombongan seperti ini, karena semua fasilitas dari transportasi, akomodasi, biaya masuk ke Taman Nasional atau Taman Ujung Kulon, konsumsi hingga obat-obatan sudah diurus. Tugas kita hanya…menikmati keindahan alam Ujung Kulon, menjaganya, dan menambah banyak teman! Betapa kayanya negeri ini…

Tips Liburan di Ujung Kulon Tour

* Jangan lupa, selalu bawa air minum dan sunblock di tas Anda!
* Kacamata hitam dan topi juga sangat dianjurkan.
* Sediakan senter dan baterei cadangan, terutama saat Anda berencana melakukan trekking melintasi hutan.
* Bawa alat-alat snorkeling dan diving bila Anda punya cukup waktu untuk menikmati air laut yang bening.
* Sleeping bag bisa jadi ‘alat’ yang sangat berguna ketika ingin menikmati ‘parade bintang jatuh’ di dermaga.

JANGAN!!!

* Jangan/hindari berkunjung (Ujung Kulon Tour) pada bulan November – Maret saat musim hujan dan angin muson barat bertiup. Biasanya gelombang laut akan lebih tinggi pada bulan-bulan ini.
* Jangan memberi makan pada binatang liar, karena akan mengganggu pencernaan dan kebiasaan makannya.
* Jangan membuang sampah di sembarang tempat. Selama trekking, simpan dahulu sampah kemasan makanan dan minuman di tas atau saku sebelum dibuang ke tempat sampah.
* Saat di pantai, jangan membawa pulang pasir, kerang, karang…Biarkan keindahan itu tetap ada di sana.

Sumber: natrekk.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang
More aboutTips Berwisata di Ujung Kulon

Melepas Rutinitas Kerja Sesaat

Posted by gelasbagus on Tuesday, July 21, 2009

Bagi kaum professional yang mengalami rutinitas kerja, trekking bisa menjadi pilihan untuk lari dari kejenuhan. Tantangan dan petualangan merupakan salah satu daya pikat dari kegiatan yang menjadi tema dari setiap wisata Ujung Kulon tour yang ditawarkan travel biro Taman Ujung Kulon yang menawarkan beragam petualangan alam.

Perjalanan pun segera dimulai. Kurang lebih dua setengah jam kami tiba di Carita Baka-Baka. Setelah itu kami melanjutkan dengan kapal nelayan yang bernama cantik, Bellani. “Kelompok nelayan dengan kapal ini merupakan nelayan terbaik yang mendapat penghargaan dari Pemda Banten,”jelas Indra, salah seorang fasilitator Krakatau tour yang memandu kegiatan tersebut. Sebuah upaya yang patut dihargai karena langsung melibatkan nelayan dan penduduk setempat untuk kegiatan wisata tour tersebut.

Tiga jam kami mengarungi lautan, ketika akhirnya kapal menepi di pulau Rakata (Krakatau) dekat Ujung Kulon, tempat kami akan mendirikan tenda dan bermalam. Namun setelah usai mendirikan tenda dan menyantap hidangan siang yang masing-masing dimasak ala kadarnya, para peserta pun dibiarkan melakukan aktifitasnya masing-masing. “Siang sampai petang, acara bebas, lalu malamnya barulah kita berkumpul,”kembali Indra sang pemandu Ujung Kulon mengingatkan.
Lalu mulailah berbagai perlengkapan dikeluarkan. Sejak awal memang diberitahukan bahwa di pantai Rakata ini dimungkinkan untuk berenang, snorkeling, dan juga diving. Setelah itu kegiatan di air dan di darat pun dilakukan, beberapa orang juga terlihat penasaran berjalan mengelilingi pulau dekat Taman Ujung Kulon. Asalkan tidak terlalu gelap saat menyusuri pantai karena bisa terjebak pasang. Ini tak aneh, karena pantai landai hanya ditemui di sisi tempat perahu kami bersandar. Sementara sisi lainnya merupakan tebing curam, yang tak mudah dilalui. Malam itu acara perkenalan dan ramah tamah pun dimuali. Termasuk melakukan sebuah game untuk makin mencairkan suasana. Usai permainan semua peserta mengharap dapat kembali istirahat ke tenda masing-masing. Beristirahat untuk pendakian keesokan harinya ke krakatau dekat Ujung Kulon tour. Namun satu atau dua orang memutuskan memancing dengan kapal nelayan, sekaligus tidur di kapal tersebut.

Esok harinya, acara puncak tour yang ditunggu pun tiba. Kami harus kembali berperahu ke anak Krakatau, tempat kami akan mendaki punggung Krakatau. Hampir dua jam berperahu. Sepanjang perjalanan ke sana kisah tentang sejarah Krakatau itu dituturkan oleh seorang pemandu Krakatau tour. Terkuaklah misteri Krakatau yang pada bulan Agustus 1883 (199 lalu) meletus dengan dahsyat. Ledakannya menewaskan lebih dari 36.000 jiwa dan menenggelamkan pantai-pantai di Jawa serta Sumatera. Tak hanya itu, gelombang hebat Tsunami pun terjadi, melanda hampir keseluruhan Banten. Ketinggian tsunami sekitar 15 meter menghantam Ujung Kulon, Carita, Anyer, Teluk Betung, Tanjung Karang, dan Merang. Bisa dibayangkan bahwa dalam waktu kurang dari setengah jam, gelombang itu membawa kelaut semua yang dilaluinya, baik itu rumah, jalan, jembatan, manusia, dan segala harta bendanya.
“Abunya saja sampai ada yang terhembus ke benua Amerika,”imbuh seorang rekan yang memaparkan cerita dari kerabatanya di negara paman Sam itu. Kehebatan letusan krakatau juga sempat memberi inspirasi produser Hollywood untuk membuat film dengan berlatarbelakang sejarah krakatau. Akibat letusan itu kepulauan Krakatau yang sebelumnya berukuran panjang 9 km dan lebar 5 km (gabungan dari G. Api Krakatau Besar, G. Api Danan, dan G. Api Perbuatan), saat ini tinggal separuh dari G. Api Krakatau Besar yang tersisa. (LN)

http://cyberwoman.cbn.net.id/

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang
More aboutMelepas Rutinitas Kerja Sesaat