Showing posts with label teknik membaca pikiran. Show all posts
Showing posts with label teknik membaca pikiran. Show all posts

Kemampuan Membaca Pikiran

Posted by anggota member on Monday, September 7, 2009

Apakah yang disebut dengan kemampuan membaca pikiran? Daniel Siegel, seorang psikiater dari UCLA, menganggap kemampuan membaca pikiran sebagai kemampuan untuk mempersepsi isi pikiran orang lain dengan mengartikan petunjuk-petunjuk yang diberikan (baik secara sadar atau pun tidak sadar) oleh orang tersebut. Siegel memberi nama kemampuan ini mindsight, atau kemampuan otak untuk membuat peta dari kondisi mental orang lain. William Ickes dari University of Texas memberikan konsep lain, yaitu Empathic Accuracy, yaitu kemampuan untuk secara tepat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain.

Kemampuan membaca pikiran orang lain ini sebenarnya dimiliki oleh setiap orang, termasuk anak kecil. Makanya tidak heran jika di tempat perkumpulan anak semacam
yayasan anak ada beberapa anak di sana yang bisa membaca pikiran. Mungkin kita ingat kalau kita kadang menebak mood orang lain sebelum kita meminta sesuatu darinya, ini adalah contoh dari kemampuan membaca pikiran. Tapi, memang tidak mudah untuk membaca pikiran orang lain. Tingkat keakuratan seseorang untuk membaca pikiran orang yang baru pertama kali dia temui adalah 20 persen. Tingkat keakuratan membaca pikrian antar teman baik atau suami-istri adalah 35 persen. Hampir tak ada orang yang memiliki tingkat keakuratan membaca pikiran di atas 60 persen. Tetapi, kemampuan ini adalah kemampuan yang cukup penting dalam kehidupan sosial, dan merupakan kemampuan yang dapat dilatih.


Bagaimana proses P membaca pikiran N? Ada dua pendekatan yang terjadi. Yang pertama adalah melalui bantuan indera. Yang kedua, dengan kemampuan manusia untuk menangkap emosi dari manusia yang ada di dekatnya. Kedua pendekatan tersebut bersifat saling melengkapi. Pada pendekatan pertama, P mendapatkan informasi mengenai kondisi internal N melalui hal-hal yang dapat ditangkap oleh indera P. Misalnya, P mungkin menangkap maksud dari perkataan-perkataan N yang bersifat tersirat mengenai keadaan dirinya (bahkan yang N sendiri tak sadar bahwa itu adalah sebuah curahan isi hati). P mungkin juga menangkap adanya tanda-tanda kesedihan dari bahasa tubuh atau getaran dan nada suara yang dikeluarkan N. P juga mungkin saja menangkap adanya kesedihan dari ekspresi wajah N (khususnya mata yang sangat ekspresif karena dikelilingi oleh banyak otot yang tentunya dipengaruhi oleh kondisi emosi).


Pada pendekatan kedua, P mengetahui kondisi N karena P menyamakan frekuensi emosinya dengan N. Manusia memang memiliki kemampuan untuk melakukan hal ini. Saat kita mengikuti perkataan, ekspresi, gerak tubuh, dan sikap fisik orang lain, kita bisa merasakan apa yang orang lain rasakan. Bahkan, dengan berada di dekat orang lain saja, kita dapat “menangkap” perasaan orang lain dan menyalinnya menjadi perasaan kita sendiri dengan mengubah kondisi fisiologis tubuh kita agar serupa dengan orang tersebut. P mungkin menangkap sinyal emosi sedih yang dikeluarkan oleh N.


Jika diperhatikan, usaha dari menjelaskan fenomenon membaca pikiran yang dialami oleh P didominasi oleh kemungkinan-kemungkinan. Hal ini disebabkan karena P sendiri tidak menyadari bahwa dia telah membaca pikiran N. Informasi-informasi dari indera dan emosi N yang tertangkap bersifat terlalu halus sehingga hanya dapat ditangkap oleh alam bawah sadar P. Sesuai dengan fungsinya, mimpi –- yang menjadi alat penghubung antara alam sadar dan alam bawah sadar— digunakan oleh alam bawah sadar P untuk memberitahukan alam sadar P mengenai apa yang diketahuinya. Akhirnya, alam sadar P pun tahu kalau P telah menangkap kesedihan N.


Ini merupakan suatu kelebihan yang bisa di asah. Jangan salah persepsi, misalnya harus ke kuburan/
memorial park untuk mendapatkan dan mengasah kemampuan membaca pikiran ini. Jadi harus lebih teliti jangan asal mengikuti pameo-pameo yang salah seperti itu.


www.psigoblog.com


Dukung Kampanye
Stop Dreaming Start Action Sekarang
More aboutKemampuan Membaca Pikiran

Bahasa Tubuh Tentukan Pikiran Orang

Posted by anggota member on Monday, August 3, 2009

Mana yang lebih dipercaya orang: bahasa tubuh atau ucapan lisan? Ya, bahasa tubuh! Posisi dan gerak tubuh, perubahan mimik muka, cara duduk, perubahan-perubahan warna telinga atau kulit—semua itu umumnya dianggap lebih jujur menyampaikan “isi hati” orang daripada ucapan lisan. Jadi, memahami bahasa tubuh sangat penting untuk membaca pikiran orang, menangkap “pesan tersembunyi” di balik kata-kata.

Tetapi,
membaca pikiran melalui bahasa tubuh tidak semudah yang dibayangkan orang. Dibutuhkan keuletan dan kejelian dalam berlatih, sehingga sinyal-sinyal berbagai bagian tubuh dapat kita tafsirkan secara tepat. Membaca Pikiran Lewat Bahasa Tubuh akan menawarkan trik membaca pikiran atau cara membaca pikiran agar Anda menguasai bahasa tubuh.


Kiat-kiat itu antara lain:


- Menemukan kesan (impresi) pada pertemuan pertama.

- Mengenali ekpresi kebohongan

- Mengenali ketertarikan atau ketidaktertarikan orang

- Menghindari penolakan yang tak dikatakan

- Mengendalikan kemarahan yang disembunyikan

- Mengenali dan menjinakkan orang yang sok berkuasa.

- Mengenali orang yang sedih, kecewa, ataupun stres.

- Memaknai gerak tubuh lawan bicara.

- Mengenal perbedaan-perbedaan bahasa tubuh yang berlaku di berbagai negeri
Jadi sekali lagi perlu dilatih cara membaca pikiran atau trik membaca pikiran orang tersebut.

http://id.shvoong.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang
More aboutBahasa Tubuh Tentukan Pikiran Orang