Showing posts with label teknik kungfu. Show all posts
Showing posts with label teknik kungfu. Show all posts

Seni Kungfu Dibalut Akrobat dalam Barongsai

Posted by anggota member on Wednesday, August 19, 2009

Anda kenal kungfu shaolin? Mungkin dari kita cukup tahu apa itu kungfu. Lion dan barongsai tidak sekadar dimainkan seperti orang yang menari meliuk-liuk. Kesenian ini lebih mengandalkan keahlian kungfu dan akrobat.

Oleh karena itu, selain belajar meliuk-liukkan liong-barongsai, para pemain juga harus berlatih kuda-kuda
kungfu. Kuda-kuda ini sangat diperlukan untuk membuat formasi-formasi yang sulit.


Formasi sulit ini menuntut pemain untuk bisa menopang pemain lainnya. Sambil menopang satu sama lain, mereka lalu bergerak sambil melompat-lompat.


Anak-anak muda sekarang tidak tahu lagi
kung fu yang mereka pelajari dari aliran mana. Namun, menurut Oey Cin Eng (70-an) yang ketika muda menjadi pemain liong-barongsai di Tangerang, kebanyakan kung fu di permainan liong-barongsai adalah kungfu aliran utara yang gerakannya lebih berfokus pada tendangan.


Sebelum bermain liong dan barongsai, para pemain kesenian ini diwajibkan pemanasan. ”Kalau tidak ada pemanasan mereka bisa kram karena liong dan barongsai itu sangat berat,” kata Oey.


Berat kepala barongsai bisa lebih dari 10 kilogram, sedangkan kepala liong lebih berat lagi, sekitar 17 kilogram. Kedua kepala barongsai dan liong kerangkanya terbuat dari kayu, rotan, dan kawat lalu dibungkus kertas semen, sedangkan badan liong maupun barongsai menggunakan bahan kain.


Sebelum bermain, para pemain sebaiknya juga mengikat erat-erat perut bagian bawah dengan ikat pinggang kain yang lebar. ”Supaya tidak turun berok,” kata Sandrio (16), pelajar kelas II di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tangerang, anggota STN Khongcu Bio.


Oey mengatakan, pemain barongsai dituntut berjiwa bersih dan berpikiran sehat karena permainan ini membutuhkan konsentrasi tinggi. Sebelum memainkan liong-barongsai, biasanya para pemain harus bersembahyang lebih dulu di depan altar kelenteng. Jadi
kungfu academy atau kungfu schools bukan digunakan untuk kungfu fighting.


Skenario


Permainan liong-barongsai ini diiringi tambur, kenong dan simbal. Bila ada undangan untuk tampil, biasanya mereka membuat skenario terlebih dulu, seperti singa mencari makan di gunung. Dari skenario itu mereka lalu sepakat membuat gerakan seperti apa.


Sugi Arfan (16), siswa SMA Bonavita Tangerang, yang juga anggota STN Khongcu Bio, mengatakan, paling sulit adalah bermain menjadi kepala, baik itu kepala barongsai maupun liong karena dengan beban berat mereka harus membuat gerakan lincah.


”Pada saat bermain barongsai, kami juga harus memikirkan bagaimana mimik muka barongsai agar peran yang dimainkan terasa hidup,” kata Arfan. Mimik muka ini dibentuk dengan menggerak-gerakkan kayu agar barongsai bisa terpejam atau mengedipkan mata.


Meski tidak ada yang nanggap, para pemain liong-barongsai ini rutin latihan. Biasanya mereka latihan seminggu dua kali. Sekali latihan bisa sampai dua jam.


www.kompas.com


Dukung Kampanye
Stop Dreaming Start Action Sekarang
More aboutSeni Kungfu Dibalut Akrobat dalam Barongsai

Teknik Totokan Tapak Shaolin

Posted by jenggot kambing on Tuesday, May 12, 2009

Teknik totokan adalah salah satu teknik yang paling misterius dalam banyak legenda seni beladiri Tiongkok. Di dalam fiksi-fiksi seni Kungfu Martial, para master Kungfu dapat melumpuhkan, melukai bahkan membunuh orang dengan menotok titik tertentu pada tubuh lawan. Apakah teknik perkelahian ini ada dalam kehidupan nyata? Ya! Seorang bernama Cai Yujian ditemukan mahir pada teknik ini.

Cai berguru dengan seorang biksu dari Perguruan Kungfu Kuil Shaolin (Chinese Kungfu), tempat ternama untuk seni beladiri Tiongkok. Setelah puluhan tahun latihan keras ia akhirnya menguasai teknik totokan (Chinese Martial). Belakangan ia telah mengundurkan diri dari dunia persilatan dan memulai kehidupan duniawi sebagai seorang usahawan. Kini sedikit orang yang tahu dia sebagai master Kungfu.

Menurut koran Dahe China, Cai kini menjadi seorang usahawan dari sebuah perusahaan teknologi yang bermarkas di Hong Kong. Pada tanggal 21 Februari, Cai telah diundang untuk mendemonstrasikan teknik totokannya. Ketika ia dengan cepat menyentuh tulang rusuk kanan seorang wartawan dengan jari tangan kirinya, wartawan itu tiba-tiba tertunduk karena rasa nyeri seketika di bagian tulang rusuk kanan dan daerah perutnya diiringi perasaan yang kuat pada organ dalam dan isi perutnya.

Wartawan tersebut kemudian mengungkapkan bahwa terasa organnya seperti sedang ditekan bersamaan. Rasa sakit tersebut segera diikuti oleh kelumpuhan total dan kesulitan bernafas (Kungfu Chinese). Ketika berusaha menjerit, wartawan itu hanya bisa mengeluarkan dua patah kata. Ia kemudian berusaha menggerakkan lengannya untuk meringankan sakit, tetapi nyerinya malah datang lebih hebat.

Cai kemudian dengan cepat mulai menepuk bahu, ketiak dan punggung bagian atas wartawan tersebut sambil memintanya membungkukkan badan dan menghembuskan nafas. Beberapa saat kemudian, rasa sakit itu lenyap dari sang wartawan hampir seolah-olah tidak pernah terjadi.

Yang lebih mengejutkan lagi, seketika bagian yang diserang oleh tapak tangan Cai tidak terasa sakit sama sekali.

"Jika saya tidak membebaskan anda dalam satu menit, anda bisa lumpuh," jelas Cai. "Dalam lima menit, akan menimbulkan kerusakan otak yang signifikan."

Ia mengatakan bahwa Teknik Totokan Tapak Shaolin adalah murni teknik pertarungan (Chinese Martial) berhadapan jarak dekat. Titik-titik akupunktur yang dimanfaatkan tergolong sistem dari 36 titik utama. Jika titik-titik ini tidak dibebaskan setelah ditotok dengan teknik Kungfu Chinese ini, kerusakan besar akan timbul pada tubuh manusia.

Sumber: erabaru.or.id

Temukan info lain pada Chinese Martial - Chinese Kungfu - Kungfu Indonesia - Kungfu Chinese - Kungfu Martial - Perguruan Kungfu - Kungfu dan Perguruan Kungfu Harimau Besi Indonesia: Kungfu Chinese & Kungfu Chinese Martial Jakarta hanya di 88db.com

More aboutTeknik Totokan Tapak Shaolin