Showing posts with label studio portrait. Show all posts
Showing posts with label studio portrait. Show all posts

Peralatan Studio Foto

Posted by jenggot kambing on Thursday, June 11, 2009

Dalam persiapan membuat Photos Studio, ruangan 3×4 sepertinya harus disiapkan lensa 35-70mm (tergantung besar obyeknya juga), kamera bisa SLR atau medium format 120 (hasselblad, mamiya, bronica,fuji, dll.), Lighting ruangan Portrait Photos bisa mencoba broncolor, hensel, bowens atau merek2 baru dan murah (made in china).

Untuk mengatasi biaya yang besar dalam persiapan Portrait Studio, cukup dengan 1 lampu dengan softbox (yang 2 layer), diletakan dibelakang obyek dan di depan obyek menggunakan styrofoam. Proses ini untuk menghindari refleksi lampu di obyek.

Apabila bendanya tidak memantulkan cahaya, letakan styrofoam di sisi kiri, kanan dan atas obyek, kemudian arahkan lampu (flash mounted juga bisa) ke salah satu styrofoam. Cahaya akan gradasi. Lihat Portrait Studio dan Wedding Photos.

Apabila tidak punya flash meter, cek lampu studio fotografi produk tersebut mempunyai guide number berapa, biasanya lampu dengan GN-80, di set maksimal dan dengan jarak 1-2 meter dari obyek, f/number 11-16 atau untuk amannya bracketing saja dari f/number 8 - 16.

Soal budget Portrait Photos Studio tergantung dari kebutuhan dalam pemotretan produk. Mungkin sebagai gambaran kasar saja, peralatan studio (Wedding Photos Studio maupun Portrait Photos Studio) standar yang sudah mengarah ke pro (dengan pertimbangan bisa expand) sbb:
- Kamera SLR atau Medium format 645 atau 67 atau 69. Kalau bisa yang bisa pakai polaroid back
- Lampu studio 3 unit: 750watt, 500 watt dan 250 watt.
- Refletor 2 unit (seperti mangkok untuk penahan/adaptor payung).
- Stand lampu manfroto 3 unit: Merk ini bagus karena ada aircrushed yang berfungsi menahan getara keras pada saat pengunci penahan tanpa sengaja longgar. Aman untuk lampu studio (flash tubenya tidak pecah).
- Stand Boom manfroto 1 unit; penyangga mirik huruf “T” yg ada pemberatnya; berfungsi untuk top lighting atau dipakai untuk pemotretan table top.
- Payung reflektor minimal 2 buah (standard); Payung ini ada 3 jenis (luar hitam dalam silver - efek lighting keras; luar hitam dalam putih - efek sedikit lembut; luar putih dalam putih sedikit tembus - soft lighting untuk portrait bagus)

- Softbox 1 unit : 60X90 atau 100X120 merk chimera/sama dengan merek lampu etc.
- 1 set Honey comb
- 1 snoot: untuk fill in, atau efek lighting yang terarah.
- 1 set table top
- 1 set background stand.
- Refletor besar bisa pakai sterefoam.
- 1 unit Lightmeter: minolta/sekonic.
- Beberapa macam background Photos Studio.

Semoga bermanfaat!!!

Sumber: fotografer.net

Temukan informasi lainnya mengenai Photos Studio - Portrait Photos - Portrait Studio - Portrait Photos Studio - Wedding Photos - Wedding Studio - Wedding Photos Studio - Wedding Portrait Studio - Photos hanya di Photos Studio: Wedding Photos Studio & Portrait Photos Studio Bali pada 88db.com
More aboutPeralatan Studio Foto

Memulai Usaha Waralaba Foto Studio

Posted by jenggot kambing on Tuesday, May 26, 2009

Anda tertarik dalam bidang fotografi dan ingin menekuninya sebagai bisnis? Kendati bidang fotografi sudah semakin meluas dan kamera poket makin menggurita, namun Franchise Manajer Malibu 62 Studio, Carolina Lesmana meyakinkan bahwa keberadaan Photos Studio masih sangat signifikan. Apalagi, saat ini banyak program acara televisi pencarian bakat. Hampir semua televisi mempunyai program andalan untuk pencarian bakat. Maka peran Photos Studio sangat besar membantu para calon bintang dari segi foto.

Carolina menceritakan usaha Portrait Studio ini mulai dibangun sekitar tahun 1994. Seiring perjalanan waktu, perkembangan bisnis Portrait Photos Studio ini makin cerah saja, sejumlah tawaran kerja sama pun mulai masuk. Salah satunya melahirkan bakat baru dalam dunia entertainment, Malibu 62 Studio.

Sejak tahun 1997 bersama majalah remaja terkemuka di Jakarta, Malibu 62 Studio menyelenggarakan acara Pemilihan Model Foto Action. Juara ajang ini telah banyak berkiprah di sinetron, model iklan catwalk, penyanyi rekaman dan sering menghiasi majalah-majalah Ibukota.Atas prestasinya di bidang bisnis fotografi, maka pada tahun 2003, Malibu 62 Studio terpilih sebagai salah satu dari 50 Usaha Kecil dan Menengah terbaik di seluruh Indonesia lihat Wedding Photos Studio dan Wedding Portrait Studio.

Waralaba
Seiring dengan prestasinya ini, Malibu 62 Studio juga mulai melebarkan sayap untuk mewaralabakan Portrait Photos Studio ini. Carolina mengungkapkan untuk investasi di bisnis Portrait Studio ini paling tidak harus merogoh kocek yang cukup besar, yakni sekitar Rp 190 juta. Nominal tersebut sudah termasuk lisensi selama lima tahun dan peralatan studio (Photos). “Memang nilainya cukup besar, sebab Rp 190 juta itu digunakan untuk pengadaan alat-alat fotografi yang semuanya itu impor. Tetapi kalau sudah punya alat-alatnya, maka biaya investasi bisa berkurang sampai 50 persen,“ urai dia. Lihat Wedding Photos dan Wedding Studio

Investasi ini, sudah termasuk biaya pemeliharaan alat-alat selama lima tahun serta foto-foto (Photos) interior studio. Cukup besar memang, namun Carolina menyakinkan jika ingin sukses dalam berbisnis studio foto (Wedding Photos Studio), dibutuhkan orang-orang yang betul-betul mencintai dunia fotografi.

Sebab, hasil investasi baru bisa dinikmati setelah tahun ketiga berjalan. “Pada enam bulan pertama masih belum stabil, fluktuatif. Baru bisa mengembalikan modal awal sekitar 18 sampai 30 bulan kemudian. Setelah itu stabil,” tandas dia.
Oleh karena itu, pihaknya termasuk selektif dalam pemilihan partner kerja sama. “Salah satu kriterianya adalah putra daerah yang mencintai fotografi bukan sekedar investor,” ungkapnya

Sumber: harianjoglosemar.com

Temukan informasi lainnya mengenai Photos Studio - Portrait Photos - Portrait Studio - Portrait Photos Studio - Wedding Photos - Wedding Studio - Wedding Photos Studio - Wedding Portrait Studio - Photos hanya di Photos Studio: Wedding Photos Studio & Portrait Photos Studio Bali pada 88db.com
More aboutMemulai Usaha Waralaba Foto Studio