Showing posts with label barang unik. Show all posts
Showing posts with label barang unik. Show all posts

Hobi Baru Anak Muda

Posted by gelasbagus on Wednesday, June 24, 2009

Berburu barang antik dan barang unik dari penjual barang sering identik dengan mereka yang sudah cukup umur. Tapi jangan salah, tidak hanya mereka yang sudah berumur saja yang kini berburu barang antic di toko barang, anak-anak muda pun sekarang ini mulai getol berburu barang antic di penjual barang unik. Tentu berbagai alasan bisa saja mengemuka dari mulut mereka. Namanya juga hobi, bisa datang kadang tanpa bisa dinalar orang lain.

Itu pula yang dialami Firmansyah, seorang pendatang di Semarang yang berasal dari Yogyakarta. Hobi berburu barang antik dan barang unik di toko barang unik pemuda yang selalu mencukur habis rambutnya ini, sebenarnya telah dimulai sejak dia tinggal di Yogyakarta, 4 tahun yang lalu. Setelah pindah ke Semarang hobi tersebut bukan malah surut, tapi semakin menjadi. Apalagi pekerjaannya di Semarang memungkinkan dia untuk berburu barang antik dari penjual barang baik melalui media internet maupun langsung ke tempat-tempat toko barang atau penjual barang unik yang banyak menyediakan barang antik.

Ketertarikan Firmansyah pada barang antik memang, memang tanpa alasan yang jelas. Semua dia lakukan karena panggilan jiwanya, seperti juga para pehobi lainnya. Karena itu ketika ditanya mengapa dia tertarik berburu barang antik di toko barang unik, pria yang juga pernah kuliah di Bandung ini mengandaikan barang antik seperti perempuan bagi lelaki. “Barang antik itu seperti wanita, jika barang antik punya nilai seni yang bagus, tidak bosan saya melihatnya. Seperti halnya wanita, semakin lama lihat wanita semakin, ah sudahlah. Biar cukup saya yang tahu,” jawabnya penuh makna.

Burburu barang antik bagi pemuda yang tinggal di daerah Tembalang ini memang bukan sekadar menyalurkan hobinya. Dengan barang-barang antik yang diperolehnya, penyuka buku-buku berhaluan kiri ini – seperti Biografi Che dan buku-buka Tan Malaka – juga mendapatkan keuntungan secara finansial. Tidak jarang, barang-barang antik yang dipamerkan di website pribadinya ditawar oleh kolektor dari manca negara.

Kesibukan kerja Firmansyah di salah satu perusahaan eksport, mau tidak mau membuat cowok penyuka nasi goreng ini mengatur jadwal secara ketat. Maklum berburu barang antik tidaklah semudah berburu barang mewah di mal. Kadang butuh waktu berhari-hari untuk menemukannya. “Jika sering tidaknya, itu tergantung waktu. Biasanya akhir pekan saya jadwalkan untuk berburu barang antik. Terutama jika ada yang membutuhkan barang jenis tertentu yang harus saya buru. Baik itu dari rekan bisnis yang masuk ke web saya, atau dari telinga ke telinga,” papar cowok yang masih lajang ini.

Dengan tingginya jadwal Firmansyah berburu barang antik, maka tidak aneh jika tempat-tempat yang banyak menyediakan barang antik pernah disinggahinya. Solo adalah tempat yang paling sering di datanginya. Menurutnya di Solo banyak sekali barang-barang tribal Jawa yang memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Selain Solo, tempat lain yang sering dijadikan target untuk berburu barang antik adalah Bali.

Empat tahun berkecimpung di perburuan barang antik, Firmansyah melalui websitenya escoret.net sudah mulai dilirik oleh rumah-rumah lelang di luar negeri. Beberapa kali tawaran mampir di inbox emailnya. “Saya pernah ditawari untuk ikut lelang di luar negeri melalui website saya. Berhubung tidak ada dana, akhirnya berakhir di inbox saja,” ungkap cowok berusia 28 tahun ini.

http://simpang5.wordpress.com/

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan lihat di Barang Unik - Jual Barang - Toko Barang - Jual Barang Unik - Toko Barang Unik - Barang di 88db.com
More aboutHobi Baru Anak Muda

Berbisnis Barang Antik

Posted by jenggot kambing on Monday, June 8, 2009

Berburu barang Barang Unik atau Antik sering identik dengan mereka yang sudah cukup umur. Tapi jangan salah, tidak hanya mereka yang sudah berumur saja yang kini berburu barang antik, anak-anak muda pun sekarang ini mulai getol berburu barang antik. Tentu berbagai alasan bisa saja mengemuka dari mulut mereka. Namanya juga hobi, bisa datang kadang tanpa bisa dinalar orang lain.

Itu pula yang dialami Firmansyah, seorang pendatang di Semarang yang berasal dari Yogyakarta. Hobi berburu Barang antik pemuda yang selalu mencukur habis rambutnya ini, sebenarnya telah dimulai sejak dia tinggal di Yogyakarta, 4 tahun yang lalu. Setelah pindah ke Semarang hobi tersebut bukan malah surut, tapi semakin menjadi. Apalagi pekerjaannya di Semarang memungkinkan dia untuk berburu barang antik baik melalui media internet maupun langsung ke tempat-tempat yang banyak menyediakan barang antik.

“Saya berburu Barang Unik atau antik sejak 4 tahun yang lalu. Dulu saya bekerja dengan orang Jogja di gallery atau Toko Barang Unik dan antik, terus kurang puas, makanya bikin sendiri. Sambil kerja di Semarang, di sebuah perusahaan eksport. Saya nyambi Jual Barang Unik. Yah, lumayan buat beli pulsa dan sisanya buat beli macbook,” papar Firmansyah meyakinkan.

Ketertarikan Firmansyah pada Barang antik memang, memang tanpa alasan yang jelas. Semua dia lakukan karena panggilan jiwanya, seperti juga para pehobi lainnya. Karena itu ketika ditanya mengapa dia tertarik berburu barang antik, pria yang juga pernah kuliah di Bandung ini mengandaikan barang antik seperti perempuan bagi lelaki. “Barang antik itu seperti wanita, jika barang antik punya nilai seni yang bagus, tidak bosan saya melihatnya. Seperti halnya wanita, semakin lama lihat wanita semakin, ah sudahlah. Biar cukup saya yang tahu,” jawabnya penuh makna.

Burburu barang antik bagi pemuda yang tinggal di daerah Tembalang ini memang bukan sekadar menyalurkan hobinya. Dengan barang-barang antik yang diperolehnya, penyuka buku-buku berhaluan kiri ini – seperti Biografi Che dan buku-buka Tan Malaka – juga mendapatkan keuntungan secara finansial. Tidak jarang, barang-barang antik yang dipamerkan (Jual Barang) di website pribadinya ditawar oleh kolektor dari manca negara.

“Dulu, sebelum kasus yang heboh di museum Kraton Solo. Saya hampir tiap bulan kirim barang ke luar negeri. Mulai dari Canada, Australi, dan Amerika. Namun, sekarang agak sulit, tapi tetap bisa kok. Bahkan barusan saya kirim topeng dari Jogja ke Australia, dan sukses,” papar pemuda yang juga pencinta sejati club bola Arsenal ini.

Selain Solo dan Bali, tempat lain atu Toko Barang Unik yang juga pernah menjadi target Firmansyah adalah Cirebon, tepatnya di pasar Kanoman, di dekat Kraton Cirebon. Menurutnya, di tempat itu barangnya banyak dari peninggalan saudagar Cina yang berdagang di situ. “Eh, di Jakarta juga ada Toko Barang Unik, namanya Pasar Antik Cikini tepatnya di Jalan Surabaya, di situ barang kurang bagus di banding Bali, tapi buat referensi lumayanlah,” tambahnya.

Empat tahun berkecimpung di perburuan barang antik, Firmansyah melalui websitenya escoret.net sudah mulai dilirik oleh rumah-rumah lelang di luar negeri. Beberapa kali tawaran mampir di inbox emailnya. “Saya pernah ditawari untuk ikut lelang di luar negeri melalui website saya. Berhubung tidak ada dana, akhirnya berakhir di inbox saja,” ungkap cowok berusia 28 tahun ini.

Sumber: simpang5.wordpress.com

Temukan info lain pada Barang Unik - Jual Barang - Toko Barang - Jual Barang Unik - Toko Barang Unik - Barang dan Barang Unik: Jual Barang Unik & Toko Barang Unik Balikpapan Kalimantan Timur hanya di 88db.com
More aboutBerbisnis Barang Antik

Perusakan Hutan Hambat Produksi Kerajinan Dayak

Posted by jenggot kambing on Wednesday, May 27, 2009

Ukiran getah nyatu merupakan kerajinan khas warga Dayak di Kalteng, khususnya di desa ini. Bentuk ukiran (Barang Unik) sangat beragam, misalnya perahu jukung, rumah betang, sandung, patung dayak, atau miniatur rumah tempat penyimpanan kerangka mayat dalam upacara tiwah.

Jika berkunjung ke desa yang juga dilintasi jalan trans Kalimantan lintas Banjarmasin-Palangkaraya ini, kesan berbeda akan segera terlintas. Di sejumlah rumah, ibu-ibu sambil mengasuh anak mereka yang masih bayi sibuk memijit-mijit gumpalan getah nyatu di depan panci berisi air panas dan kompor yang menyala. Lihat Jual Barang Unik dan Toko Barang Unik.

Di kampung ini juga terdapat sejumlah toko yang menjadi pengumpul dan menjual hasil kerja para perajin Barang Unik. Kurang lengkap rasanya berkunjung ke Kapuas tanpa menyaksikan dan membeli oleh-oleh kerajinan getah nyatu dari Kampung Dahirang. Harga hasil kerajinan warga itu sangat beragam. Dari yang termurah berupa gantungan kunci Rp 1.000 per biji, hingga ukiran perahu jukung dengan detail indah dan rumit berharga Rp 550.000.

Entah siapa yang memulai, Barang kerajinan getah nyatu ini sudah puluhan tahun menjadi ciri khas Kampung Dahirang. Warga mengerjakannya secara sambilan di samping usaha lain, seperti berladang atau mencari ikan di Sungai Kapuas. Menurut Tinga K Jaffar (70), pemilik usaha kerajinan "Antik", warga Kampung Dahirang belajar mengukir getah dari seorang demang atau kepala adat setempat.

Menurut Tinga, yang menjadi permasalahan para perajin sekarang ini adalah sulitnya mendapatkan bahan baku getah nyatu. Kesulitan ini menjadi salah satu penyebab terancamnya kelestarian Barang kerajinan khas ini. "Sekarang sulit mencari getah. Harus mencari hingga ke hutan pedalaman," kata Tinga.

Para perajin mengungkapkan, mereka sering berhenti bekerja karena kekurangan pasokan bahan baku. Tinga mengatakan, sekitar tahun 1980-an untuk mendapatkan getah nyatu tinggal mengambil di hutan. Dulu, penduduk Kota Buntok dengan mudah mengambil getah nyatu dari pohon nyatu di belakang rumah mereka. "Tetapi sekarang pohon sudah habis dibabat," kata Tinga. Lihat Jual Barang Unik dan Toko Barang Unik.

Entah sampai kapan kerajinan yang sudah menghidupi dan menjadi ciri khas Kampung Dahirang itu bisa bertahan. Jika laju perusakan hutan masih terus dibiarkan, kerajinan itu tidak perlu menunggu lama untuk punah.

Sumber: www2.kompas.com

Temukan info lain pada Barang Unik - Jual Barang - Toko Barang - Jual Barang Unik - Toko Barang Unik - Barang dan Barang Unik: Jual Barang Unik & Toko Barang Unik Balikpapan Kalimantan Timur hanya di 88db.com
More aboutPerusakan Hutan Hambat Produksi Kerajinan Dayak

Tempat Berburu Barang Antik di Jakarta

Posted by jenggot kambing on Wednesday, May 6, 2009

Bila Anda penggemar Barang Antik dan sedang berkunjung atau berada di Jakarta, tidak ada salahnya untuk mampir di Pasar Antik Jakarta (PAJ), Jl. Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat.

T
idak ada satupun para pedagang yang mengetahui secara pasti kapan pasar yang berada di Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat, tersebut mulai beroperasi. Namun para pedagang memprediksi PAJ sudah ada sejak 30 sampai 40 tahun yang lalu, atau sekitar tahun 1960-an. "Saya baru mulai tahun 2000 jualan di sini, tapi kalau dengar cerita dari teman-teman dan orang-orang yang sudah lebih dulu jualan di sini, pasar antik ini sudah ada sejak 30 sampai 40 tahun yang lalu," ujar Roni, salah satu pedagang yang Jual Barang Antik di Pasar Antik Jakarta (PAJ).

Sebelumnya, pasar ini merupakan pasar loak yang menjual barang-barang bekas seperti baju, celana, kipas angin, dan barang bekas lainnya. Namun, sejak tahun 1971, para pedagang di PAJ sudah banyak yang menjual Barang Antik, seperti alat-alat kapal, teropong, kompas, lampu, setir kapal, guci, porselin, sampai keramik yang berasal dari luar negeri.

Sampai saat ini, bila berjalan di sepanjang jalan Surabaya, Anda akan menjumpai puluhan pedagang barang antik dan seni yang berjejer di puluhan stan toko yang ada di sana. "Sebenarnya sih tidak ada yang jualan secara khusus, kebetulan saja saya banyak jual Koleksi Barang seni dari seluruh indonesia," lanjut pria sal Bandung ini. Di dalam tokonya, Roni menjual beragam barang seni di antaranya, gong, tifa, gamelan, topeng dari kayu, ukir-ukiran, sumpit, sampai busur. "Lumayan juga peminatnya, meski tidak setiap hari ada yang beli. Tapi banyak turis asing yang belanja barang-barang antik khas indonesia di sini," beber Roni. Selain barang seni yang dijual di toko milik Roni, masih banyak barang antik dan seni lainnya dijual di PAJ.

Barang yang dijual berupa guci, piring, alat-alat kapal, lampu hias, wayang kulit serta barang antik lainnya yang terbuat dari kuningan maupun tembaga. "Kalau di tempat saya (toko) hanya menjual Koleksi Barang-barang kerajinan yang terbuat dari logam kuningan dan tembaga, seperti jam dinding, setrika jaman dulu, sampai kerajinan tangan berupa patung dari kuningan," jelas Kris (35), pedagang yang berada di sebelah stan milik Roni. Kedua pedagang juga menuturkan, kebanyakan pembeli yang berbelanja di tempat mereka adalah turis luar negeri. "Ada juga sih orang dalam negeri, tapi yang lebih sering belanja itu turis dari Belanda, Amerika Serikat, Swiss, Italia, Australia, China, dan Jepang," tutur Kris, yang diamini Roni.

Para turis tersebut umumnya membeli/Koleksi Barang Antik-barang seperti porselin dan guci dari China, barang-barang antik dari dalam maupun luar negeri berupa peralatan bekas kapal, seperti kompas, teropong nahkoda, helm untuk berenang, hingga setir kapal. Barang dari logam kuningan dan tembaga juga menjadi incaran para turis untuk koleksi maupun cenderamata. Harga yang ditawarkan oleh para pedagang di PAJ sangat bervariasi, tergantung jenis dan kelangkaan barang. Ada yang dijual Rp 20 ribuan, seperti wayang kulit, dan ada juga yang mencapai jutaan, seperti lampu hias besar dan ukir-ukiran yang didatangkan dari Papua. "Semakin langka suatu barang dan mengandung nilai seni tinggi, maka harganya juga akan semakin mahal," terang Kris.

Sumber:Kompas.com

Temukan informasi lainnya mengenai Barang Antik - Jual Barang - Koleksi Benda - Koleksi Barang - Jual Benda - Koleksi Barang Antik - Jual Barang Antik hanya di Barang Antik : Jual Barang Antik – Koleksi Benda & Barang Antik Banjarmasin pada 88db.com
More aboutTempat Berburu Barang Antik di Jakarta

Tips Penting Dalam Membeli Barang Antik

Posted by malamjumat on Wednesday, April 22, 2009

Barang antik dan unik tentu sangat menggiurkan. Apalagi jika barang itu punya nilai historis. Pasti orang berlomba-lomba memilikinya. Masalahnya, orang tak tahu apakah barang itu asli atau palsu. Asli atau tiruan. Orang juga tak tahu apakah barang itu berkualitas atau tidak. Dan orang juga tidak tahu bahwa harga barang-barang antik itu tak selalu mahal.

Berikut beberapa panduan yang bisa Anda pegang:

Teliti sebelum membeli

Membeli barang antik tidak semudah membeli barang-barang lainnya. Butuh kejelian, ketelitian, dan sedikit pemahaman untuk menemukan barang yang benar-benar antik. Jangan asal pilih! Ingat, ada barang yang benar-benar antik, ada barang repro (reproduksi) dan ada barang yang dibuat sedemikian rupa sehingga tampak sangat antik.

Mencari informasi

Sebelum membeli barang-barang antik itu, lebih baik Anda mencari atau mengumpulkan berbagai informasi mengenai barang yang Anda cari itu. Anda bisa mencari informasi tentang barang itu pada teman Anda, majalah, koran, buku atau internet. Cari tahu tempat dan harganya. Informasi seperti itu bisa membantu Anda untuk menyiapkan budget.

Tahan ekspresi

Berburu benda antik memang menyenangkan. Terutama untuk orang-orang yang memang benar-benar menyukainya. Sehingga ketika mereka melihat satu barang antik, mereka begitu bergairah dan ingin langsung memboyongnya. Tahan dulu! Ingat, mata bisa menipu. Jangan sampai Anda menyesal kemudian karena ternyata barang yang sudah Anda beli itu tidak antik dan asli. Hanya imitasi. Anda harus bisa memperhatikan setiap detail barang itu. Perhatikan tekstur dan modelnya. Mungkin ada yang cacat. Mungkin ada yang tiruan. Jika sang penjual benda antik melihat Anda begitu bergairah, dia bisa menaikkan harga.

Menawar sebelum membeli

Teknik yang satu ini sangat diperlukan. Bila Anda sudah menentukan pilihan Anda, janganlah lupa menawar harga di tempat jual barang antik tsb. Bukalah tawaran Anda dengan setengah harga dari harga aslinya. Terkadang penjual membuka harga dua kali lipat dari harga aslinya. Setelah itu barulah menaikkan harga sedikit demi sedikit hingga mendapatkan harga pas dan cocok. Ingat, yang menjual barang antik dan unik terlalu banyak. Karena itu, permainan tawar-menawar bukan sebuah sikap yang "keterlaluan". Para pedagang pun tahu dan sadar bahwa bukan hanya mereka yang menjual barang antik. Masih banyak orang lain yang menjual barang antik yang sama. Itu berarti jika Anda pergi dari mereka, Anda mendatangi orang lain.

Perhatikan kualitas barang

Barang yang murah belum tentu bagus kualitasnya. Begitu juga sebaliknya, barang yang mahal belum tentu berkualitas. Karena itu, Anda mesti jeli. Yang pertama Anda lakukan adalah memastikan apakah barang itu asli atau palsu. Kalau Anda sudah bisa memastikannya, Anda akan tahu barang itu berkualitas atau tidak.

Membandingkan harga

Dalam memilih koleksi barang antik dan unik, Anda tak boleh ceroboh. Jangan terburu-buru untuk segera memboyong barang tersebut. Carilah barang yang sama di tempat lain dan bandingkan harganya.

Hati-hati terhadap kriminalitas

Perhatikan tempat belanja koleksi barang antik Anda. Jika tempat belanja adalah tempat terbuka, perhatikan situasi di sekeliling Anda. Jangan sampai juga Anda menjadi korban tangan-tangan jahil dan usil.

www.forumkami.com

Temukan informasi lainnya mengenai Barang Antik - Jual Barang - Koleksi Benda - Koleksi Barang - Jual Benda - Koleksi Barang Antik - Jual Barang Antik hanya di Barang Antik : Jual Barang Antik – Koleksi Benda & Barang Antik Banjarmasin pada 88db.com
More aboutTips Penting Dalam Membeli Barang Antik

Tips Mengolah Sampah Menjadi Kerajinan Tangan

Posted by jenggot kambing on Wednesday, March 18, 2009

Pengolahan sampah yang efektif adalah sinergi dari semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah. Hal ini untuk mengurangi permasalahan sampah yang kian menggunung serta keterbatasan ruang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Berbagai cara pun dilakukan, mulai dari penghematan hingga daur ulang, tapi tetap saja sampah menggunung.

Ada usaha alternatif dan kreatif yang bisa sedikit mengurangi persoalan sampah. Ide ini muncul dari bagaimana mengolah sampah agar menjadi uang. Anda bisa melirik persoalan sampah ini menjadi celah usaha yang menguntungkan.

Banyak
Industri Kerajinan dan Industri Rumahan yang memanfaatkan sampah menjadi Usaha Kerajinan atau Produk Kerajinan. Bagi Industri Kerajinan ini merupakan hal yang positif selain bisa mengurangi masalah sampah juga bisa mengurangi tingkat pengangguran, sedangkan bagi Industri Rumahan ini sangat membantu sekali. Dari Usaha Kerajinan atau Produk Kerajinan mereka bisa mendapatkan penghasilan tambahan, salah satunya dari Kerajinan Kaleng.

Kerajinan Kaleng merupakan bisa menjadi usaha yang sangat bagus. Dengan sedikit sentuhan lukisan pada Kaleng Bekas yang sudah dibersihkan, ini akan mengubahnya menjadi uan

Ada sedikt tips sebelum melakukan pengolahan sampah, terlebih dahulu harus mengetahui apa saja material yang dapat didaur ulang. Dari jenis sampah organik, kita bisa mendaur ulang:

1.Sampah rumah tangga (sampah sisa kegiatan rumah tangga), di antaranya: sayuran dan buah-buahan yang dibuang dalam proses memasak, serta makanan sisa (nasi basi, tulang ikan, dan buah-buahan busuk)

2.Sampah anorganik, diantaranya: botol bekas dari kaca, kertas,
Kaleng Bekas, bekas kemasan kue, rangka meja, besi, dan rangka beton, plastik bekas wadah shampoo, deterjen, ember, dan lainnya.

Ada empat jenis sampah yang perlu di daur ulang (recycle) antara lain sampah plastik, kertas, aluminium, kayu, sampah organik, ban bekas, dan lainnya.

Mengolah sampah plastik adalah sebuah harga mutlak, karena plastik tidak bisa diuraikan oleh tanah. Hal ini bisa mengurangi krisis sampah plastik. Salah satunya adalah mengolah sampah plastik menjadi biji plastik sehingga bisa dimanfaatkan kembali menjadi suvenir pernikahan.

Sumber: http://id.answers.yahoo.com

Temukan informasi lainnya di Industri Kerajinan | Industri Rumahan | Usaha Kerajinan | Produk Kerajinan | Kerajinan Kaleng | Kaleng Bekas dan Industri Kerajinan & Rumahan : Usaha Produk Kerajinan Kaleng Bekas Cilandak Jakarta Selatan di 88db.com
More aboutTips Mengolah Sampah Menjadi Kerajinan Tangan