Pohon Palem Species Baru di Madagascar

Posted by anggota member on Tuesday, August 11, 2009

Sebuah pohon palem yang memiliki siklus pertumbuhan sangat unik yaitu hanya berbunga 100 tahun sekali dan kemudian mati, ditemukan di Madagaskar, pulau di Samudra Hindia.

"Sangat menakjubkan! Pohon ini tidak berbunga dalam kurun waktu 100 tahun dan ketika tidak berbunga, ia tidak beda dengan jenis
palem yang biasa," ujar Mijoro Rakotoarinivo, ahli botani yang bekerja untuk London botanical gardens di Madagaskar. "Namun, jika ia berbunga, akan ada sebuah tunas seperti asparagus, tumbuh di puncak pohon dan kemudian mekar. Jika Anda melihatnya, seperti ada sebuah pohon natal yang tumbuh di atas pohon palem," ujar Mijoro menjelaskan. Keunikan yang membuat spesies palem ini sangat langka adalah cabang-cabang dari tunas baru yang tumbuh ini akan ditumbuhi ratusan bunga kecil bewarna putih, yang akan menarik serangga dan burung. Sayangnya proses pertumbuhan tunas dan bunga tersebut membuat pohon palem layu dan mati dalam beberapa bulan, demikian Dr. John Dransfield, penulis penelitian ini menjelaskan.


Pohon palem yang tergolong raksasa ini memiliki tinggi 66 kaki (20 meter) dan memiliki lebar daun sekitar 16 kaki (5 meter), hanya ditemukan di area terpencil di utara Madagaskar atau 4 hari perjalanan dari kota terdekat. Tentunya tidak seperti di tempat
jual pohon palem yang menjual palem umumnya. Sebenarnya para penduduk sekitar telah mengetahui keberadaan pohon palem ini selama bertahun-tahun tapi tidak ada yang pernah melihat saat pohon tersebut berbunga sampai setahun lalu.


Ritual berbunga yang unik dan aneh ini pertama kali diketahui oleh Xavier Metz asal Perancis yang memiliki bisnis perkebunan jambu monyet yang berlokasi tidak jauh dari tempat palem tersebut tumbuh. Setelah melihat fenomena tersebut, ia memberi tahu Kew Gardens, salah satu kebun botani terlengkap di Surrey, Inggris. Nama dari pohon palem raksasa ini dijelaskan lebih detail dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti Kew Gardens yang akan diterbitkan dalam Botanical Journal of the Linnean Society. Menurut John, palem spesies ini telah berjuang hidup dalam siklus unik di Madagaskar sejak daratan tersebut terpisah dari India 80 juta tahun lalu.


www.conectique.com


Dukung Kampanye
Stop Dreaming Start Action Sekarang

{ 0 comments... read them below or add one }